GMPR: Kadisdik Riau tak Tegas Beri Sanksi Kepada Kepsek SMAN 5

PEKANBARU (nadariau.com) – Gerakan Mahasiswa Peduli Riau (GMPR) melakukan audiensi dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Kamsol yang didampingi Kabid SMA, Aristo, bertempat di kantor Dinas Pendidikan jalan, Cut Nyak Dien no. 3 Kota Pekanbaru. Rabu (12/01/2021)

Audiensi membahas perihal adanya dugaan pungutan yang dilakukan pihak SMAN 5 Kota Pekanbaru terhadap para siswa untuk pembiayaan sewa lahan kosong disamping sekolah yang dijadikan lahan parkir.

Setelah audiensi, Supriadi selaku Ketua GMPR menilai tidak adanya ketegasan dari Kepala Dinas Pendidikan.

“Saya menilai tidak ada ketegasan sama sekali dari seorang kepala dinas, sudah jelas tidak ada aturan yang menjelaskan bahwa boleh Kepala Sekolah meminta uang parkir kepada murid, karena tidak menutup kemungkinan ini hanya sebagai alibi atau alat agar dapat melakukan penggelapan dana,” ucapnya.

Supriadi mengatakan, diduga yang dilakukan Kepala Sekolah SMAN 5 ini adalah perbuatan melanggar hukum sesuai undang Undang nomor 31 tahun 1999, namun pihak Kepala Dinas Pendidikan ketika kita meminta agar secepatnya merekomendasikan Kepala Sekolah SMAN 5 di copot dari jabatannya, jawabannya hanya menyampaikan akan melakukan survei.

“Bagi kita ini bukan tindakan Sebagai seorang Kadis, Kalau memang Kepala Sekolah bersalah tentunya harus ada sangsi,” pungkasnya.

Lebih lanjut Supriadi mengatakan, kemarin kita sudah sampaikan lewat media online persoalan dugaan pungli di SMAN 5 Pekanbaru namun tak ada tindakan dari Kepala Dinas Pendidikan dan kita sudah beraudiensi juga tidak ada kejelasan apa tindakan Kepala dinas, sementara sudah banyak masyarakat yang “resah” dengan Kepala Sekolah ini. Sewaktu beliau menjabat di SMAN 15 juga banyak masyarakat yang tidak suka dengan cara beliau menjabat. Kita tidak tahu atas dasar apa kepala dinas pendidikan Provinsi Riau seolah olah mempertahankan Kepala Sekolah SMAN 5 Pekanbaru.

GMPR merasa takkan ada kejelasan sama sekali, Supriadi Ketua GMPR menyampaikan mereka akan mengadakan aksi unjuk rasa didepan kantor Dinas Pendidikan dalam jangka waktu dekat, sebagai tanda prihatin kepada masyarakat dan dunia pendidikan.

“Dalam waktu dekat ini, kita akan lakukan aksi,” tutup Supriadi mengakhiri konfrensi persnya. (af)