Kuasa Hukum Arbain Kecewa terhadap Putusan PN Pekanbaru

PEKANBARU (nadariau.com) – Sidang gugatan perdata antara Penggugat I Lindawati dan Penggugat II Machsandra, terhadap tergugat I, Suwarno, berdasarkan  putusan perdata No 278 /PDT/.G/2020/PN Pekanbaru, Arbain sebagai tergugat II yaitu pemilik ruko di Jalan Pepaya Pekanbaru, menilai putusan pengadilan tersebut tidak memenuhi rasa keadilan.  Sehingga melalui tiga orang kuasa hukumnya mendaftarkan memori banding di Pengadilan Negeri Pekanbaru Jalan Teratai, Senin (22/11).

Usai mendaftarkan memori banding, Kuasa hukum Arbain, Sugiarto, SH dan Edwar Sibarani, SH, MH, membeberkan alasanya mengapa banding harus dilakukan.  “Kami selaku Kuasa hukum kecewa atas pertimbangan majelis hakim di sidang perkara perdata sebelumnya, karena tergugat II (Arbain) tidak pernah memberikan kuasa menjual kepada tergugat (Suwarno), anehnya,dari awal persidangan surat kuasa Suwarno itu tidak pernah dibuktikan di pengadilan.”

“Yang ada kuasa penjual tergugat II, di hadapan notaris Hardiyanti Hoesodo SH, sebagaimana akta nomor 26 tanggal 15 Maret 2010. Bahwa itu tidak benar, karena tergugat II tidak pernah memberikan kuasa menjual kepada (Suwarno). Berdasarkan bukti surat akta notaris H Benison SH akta Nomor 5 tanggal 14 November 2007, terbukti bahwa tergugat 1 Suwarno mendapat kuasa menjual sebidang tanah SHM 387/Jadirejo yang merupakan surat induk atas sebidang tanah di Jalan Pepaya seluas 1.784 M2 dari pemilik awalnya yaitu, Drs Ujang Bahar, SH, MSi, Ristiwarni, Sri Astuti, Animatlis dan Kisnawati.”

Setelah mendapat Kuasa menjual dari Ujang Bahar dkk, tergugat I menjual tanah tersebut  kepada tergugat II dengan Akta jual beli nomor 39/III/sukajadi/2008 di hadapan notaris Benizon, SH pada 14 Maret 2008. Kemudian tergugat II memecahkan SHM No 378 Jadirejo dan mengalihkan jadi nama tergugat II. Selanjutnya tergugat II memecah SHM No 378 Jadirejo menjadi 12 sertifikat hak milik.

Sedangkan SHM nomor 387 seluas 1.7844 M2,  tanggal 2 Juli 2008 sampai 26 Desember 2012 dijadikan jaminan utang (kredit) di Bank Riau oleh tergugat II (Arbain).  Mustahil sertifikat dalam penguasaan bank bisa diperjualbelikan, atau berpindah hak.

Selain itu,  kata Kuasa hukum Arbain,  di saat  Suwarno sebagai penerima Kuasa jual dari Arbain sebagaimana akta kuasa menjual No 72 tanggal 28 Agustus 2009, posisi Arbain berada di Singapura.  Apakah mungkin Arbain bisa menanda-tangani surat kuasa di waktu yang sama dengan posisi dirinya pada tanggal 28 Agustus 2009 berada di Tanjung Pinang hendak berangkat ke Singapura melalui pelabuhan internasional Sri Bintan?  Bukti stempel Imigrasi Singapura juga kita lampirkan di persidangan, namun hakim tidak pernah mempertimbangkannya.

Adapun alasannya menurut tim Penasehat Hukum Tergugat II (Arbain), antara lain, karena para penggugat telah bertindak keliru dengan telah menarik tergugat II dalam gugatannya. Antara para penggugat dan tergugat II juga tidak mempunyai hubungan hukum dengan kasus yang diperkarakan. Tergugat II sama sekali tidak mengenal para penggugat dan sebaliknya.

Alasan berikutnya, bahwa dalam gugatannya, para penggugat mendalilkan bahwa tanggal 15 Maret 2010 telah terjadi pengikatan jual beli tanah dan bangunan yakni ruko di Jalan Pepaya antara Penggugat dan tergugat 1, di hadapan notaris Hardiyanti Hoesodo SH, sebagaimana akta nomor 26 tanggal 15 Maret 2010. Bahwa tergugat II membantah, karena Arbain tidak pernah memberikan kuasa menjual kepada tergugat (Suwarno).

Berdasarkan  bukti surat akta notaris H Benison SH sebagaimana akta Nomor 5 tanggal 14 November 2007 terbukti bahwa tergugat 1 mendapat kuasa menjual sebidang tanah SHM 387/Jadirejo yang merupakan surat induk atas sebidang tanah di Jalan Pepaya seluas 1.784 M2 dari pemilik awalnya yaitu, Drs Ujang Bahar SH MSi, Ristiwarni, Sri Astuti, Animatlis dan Kisnawati.

Menurut kuasa hukum, akta nomor 26 tanggal 15 Maret 2010 cacat hukum. Pasalnya, akta ini muncul berdasarkan kuasa menjual dari klien mereka, namun surat Kuasa tersebut tidak pernah dibuka di pengadilan. Inilah yang membuat kuasa hukum kecewa terhadap pertimbangan hakim di persidangan perdata nomor 278. Sementara itu semua bukti yang  diajukan tidak pernah jadi pertimbangan hakim. Semua bukti yang diajukan dikesampingkan.

“Kami selaku Kuasa hukum berharap melalui memori banding ini hakim pengadilan tinggi mencermati semua bukti yang diajukan penggugat yang kami anggap tidak bisa dijadikan dasar hukum.” Demikian disampaikan tim kuasa hukum Arbain di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Senin (22/11/2021). (**)