Corong Prokes dari Selasar Masjid

Masjid Al Aziim di jalan Seminai Pangkalan Kerinci yang juga mengelola pasar pekan jumat

PELALAWAN (Nadariau) – Ba’da ashar, para pengunjung pasar pekan Jum’at jalan Seminai Pangkalan Kerinci mulai disibukkan proses jual beli dengan ragam lapak sembako yang di tawarkan pedagang.

Pasar yang hadir satu pekan sekali ini dikenal menawarkan harga lebih murah dari harga di kedai sembako, bahkan ada yang mengatakan lebih murah dari harga di pasar baru Pangkalan Kerinci, hal ini disebabkan pedagang di pasar Jum at ini sebagian besar adalah pedagang grosir dari kota Pekanbaru, karena murah itu pula, saban Jum at pasar ini ramai di datangi warga dari berbagi penjuru ibukotanyw Kabupaten Pelalawan itu.

Pasar yang berdiri tepat di depan masjid Al Aziim itu memiliki tempat parkir yang luas, pengelolaan pasar satu atap dengan BKM Al Aziim karena pasar merupakan bagian dari sumber pendapatan masjid dari pengelolaan lapak pedagang dan parkiran kendaraan pengunjung.

Sejak pandemi Covid 19 mewabah, pasar pekan Jum at Seminai sempat tutup mengikuti himbauan pemerintah untuk menghindari kerumunan banyak orang di satu tempat, setelah Covid mereda, aktifitas pasar kembali di buka, pasar pekan Jumat Seminai ikut menggeliat, membangkitkan ekonomi umat.

Untuk menjaga keselamatan para pengunjung, pengelola pasar (BKM Al Aziim) menyediakan tempat cuci tangan lengkap dengan sabunnya, di tempatkan di empat titik pintu masuk pasar.

Dari Selasar masjid, duduk ustadz Zulkifli Ketua BKM Al Aziim bersama sejumlah pengurus lainnya, gantian memegang toa, bersuara lantang menyemarakkan suasana pasar mengiringi proses jual beli lauk pauk dan sayur mayur di setiap pojok pasar.

Dalam toa, ustad Zul tak henti mengingatkan pengunjung untuk disiplin protokol kesehatan, menurutnya Covid 19 itu benar benar nyata, kedatangan nya menyebabkan penderitaan bagi orang yang terpapar.

“Tidak henti saya ingatkan, walau setiap pekan bapak ibu di pasar ini, selalu mendengarkan ungkapan yang sama, namun himbauan ini harus sampaikan selalu untuk mengingatkan kita betapa dahsyatnya penderitaan yang disebabkan oleh Covid 19, ”  kata Ustadz Zulkifli lewat corong pengeras suara dari Selasar masjid Al Aziim, Jum at (5/11/2021)

“Saya merasakan sendiri bagaimana Covid 19 menyerang imun tubuh, menyerang sistem pernafasan saya, saya merasakan sakit yang luar biasa karena virus Corona ini, bapak ibu pengunjung pasar sekalian, saya berharap, saya doakan jangan sampai bapak ibu mengalami apa yang pernah saya alami,” imbuhnya

Ustadz Zul memberi tips agar apa yang di deritanya itu tidak dialami oleh masyarakat lainnya, disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan menjadi jawaban dalam memutus rantai penyebaran Covid 19.

“Agar kita tidak terpapar, agar rantai penyebaran Covid 19 terpupus, kami himbau kepada bapak ibu pengunjung pasar semua untuk tidak abai terhadap protokol kesehatan, pakai lah masker sebelum masuk pasar, harus diingat bahwa masker itu selain menjaga diri kita sendiri juga menjaga orang orang sekeliling kita, orang yang kita sayangi,”kata ustadz Zul

“Jangan sampai sepulang dari sini malah membawa virus Covid 19 ke rumah, ayo kita lindungi keluarga kita dengan Prokes secara ketat,”tambahnya

Ketua BKM Al Aziim Pangakalan Kerinci ini pun berharap para pengunjung pasar memanfaatkan fasilitas cuci tangan yang telah disiapkan pengurus masjid untuk mensterilkan tangan pengunjung sebelum dan sesudah aktifitas di pasar.

“Silahkan gunakan tempat cuci tangan dan sabun yang sudah kami siapkan, cuci tangan kita agar virus tidak berpindah saat transaksi jual beli. “harapnya

Ustad Zul mengabarkan bahwa kasus Covid 19 di Kabupaten Pelalawan sudah menunjukkan grafik yang memuaskan, dua pekan terakhir, angka kasus baru nihil, situasi yang baik itu harus di jaga oleh masyarakat secara bersama sama. Melalui penerapan protokol kesehatan secara ketat.

“Kami informasikan juga, kasus Covid 19 saat ini nol kasus baru, ini berkat kerja kita bersama yang taat Prokes, mari kita jaga trend yang bagus ini, selain yang saya sebutkan tadi, memakai masker dan mencuci tangan, satu lagi kita himbau pengunjung untuk selalu menjaga jarak di pasar. Hindari berkerumun di satu lapak saja,”harapnya lagi

Fasilitas cuci tangan disediakan oleh pengelola pasar

Lewat toa jua, pengurus BKM Al Aziim tak lupa menyelipkan ajakan untuk ikut vaksinasi Covid 19, situasi pandemi harus disikapi dengan imun tubuh yang kuat, agar mampu melawan serangan virus yang masuk.

Masjid Al Aziim sendiri sudah beberapa kali melaksanakan vaksinasi massal di halaman masjid, bertepatan dengan hari pasar dengan harapan pedagang dan pembeli yang belum vaksin dapat ikut.

“Jangan lupa ikut vaksin bapak ibu, di masjid Al Aziim ini sudah beberapa kali kita laksanakan vaksinasi massal bersama Dinas kesehatan dan Polres Pelalawan, bagi bapak ibu yang belum vaksin, segera lah divaksin, bisa hubungi puskesmas terdekat,” tandasnya

Aktifitas pasar pekan Jumat dimanfaatkan oleh seorang ibu rumah tangga, Sartika (33) untuk mencukupi kebutuhan dapur selama satu pekan.

Urusan Prokes, warga jalan Ramin ujung ini tidak mau setengah setengah, menurutnya walau Covid 19 tidak seganas dua bulan terakhir ini, namun kewaspadaan selalu menjadi perhatian utama, masker dan hand sanitizer menjadi syarat wajib keluar rumah. Apalagi ke pasar tradisional, yang tentu akan bertemu banyak orang.

“Kami sudah terbiasa dengan masker dan hand sanitizer, anak anak pun sudah sadar sendiri, kalau keluar rumah harus pakai masker dan bawa hand sanitizer,” aku Sartika

Ke pasar pekan Jumat jalan Seminai, Sartika ditemani sang suami yang setia menenteng belanjaan, kebersamaan dalam memenuhi kebutuhan seisi rumah untuk satu pekan kedepan.

Pengunjung pasar jumat yang disiplin memakai masker

Mereka kompak dengan masker medis warna putih menutupi mulut dan hidung, dikatakan Sartika, mereka punya SOP sebelum keluar dari kendaraan roda empat mereka.

“Sebelum keluar dari mobil, harus dipastikan dulu masker terpasang dengan benar, kemudian semprotkan hand sanitizer, itu dipastikan tadi,”ujar Sartika

Lebih lanjut dikatakan Sartika, dirinya tidak akan berlama lama di pasar, jika semua kebutuhan terbeli akan langsung pulang. Dirinya punya kiat agar tidak menghabiskan banyak waktu di pasar.

“Kita pilih lapak yang menyediakan banyak dagangan, seperti kalau beli cabe, bawang kentang dan sayur satu lapak saja, jadi tidak banyak mutar mutar di dalam pasar, lauk pauk pun begitu, paling kita di pasar tidak sampai 30 menit, udah pulang,”kata ibu dua anak ini

Sartika pun berharap pandemi Covid 19 benar benar berakhir, agar tidak ada lagi ketakutan beraktifitas di luar rumah. Dan ekonomi masyarakat dapat kembali tumbuh.

“Semoga tidak ada lagi Corona, semoga kita semua selalu sehat, selalu patuh protokol kesehatan,”pungkas nya (Apon)