Konversi Tempat Tidur RS Meningkat 40 Persen

Asisten I Setdaprov Riau Jenri Salmon Gunting didampingi Kadiskes Mimi Yuliani Nazir saat menghadiri rapat koordinasi bersama Sekretaris Kemenko Perekonomian secara virtual di RCC Menara Lancang

PEKANBARU (Nadariau) – Pemerintah Provinsi Riau siap mendorong daerah daerah untuk meningkatkan konversi tempat tidur bagi pasien Covid-19 di Rumah Sakit untuk mencapai kapasitas 40 persen dari kapasitas yang ada saat ini.

Hal tersebut terungkap dalam rapat koordinasi bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia dan Pemerintah Provinsi Riau secara virtual di RCC Menara Lancang, Kamis (5/8/2021).

Pemprov Riau diwakili oleh Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau Jenri Salmon Gunting didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir.

Rakor tersebut dipimpin oleh Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Susiwijono Moegiarso.

Dalam sambutannya, Susiwijono menyampaikan bahwa rakor ini menjadi bagian dari arahan Presiden Joko Widodo dalam upaya untuk meningkatkan kapasitas tempat tidur pasien Covid-19.

“Kemarin sudah diusulkan untuk mendorong kembali beberapa kebijakan yang terkait dengan untuk melakukan konversi dari tempat tidur yang ada minimal 40 persen,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa kapasitas 40 persen tempat tidur tersebut berasal dari total tempat tidur yang ada di rumah sakit yang ada di seluruh daerah yang melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4.

Untuk itu pihaknya mengingatkan kembali berdasarkan rapat yang dilaksanakan ini, untuk mulai mendorong masing-masing kabupaten/kota untuk minimal konversi minimal 40 persen dari total tempat tidur yang dimiliki.

“40 persen itu minimal, kalau misalnya sudah lebih sesuai dengan kebutuhan maka masih bisa ditingkatkan kembali,” pungkasnya.

Tujuan dari konversi 40 persen tempat tidur rumah sakit ini sebagai upaya mitigasi bagi kenaikan angka infeksi Covid-19. Salah satunya dengan meningkatkan ketersediaan rumah sakit bagi pasien penderita Covid-19 yang butuh rawat inap.

“Tujuannya untuk mengurangi atau menghilangkan risiko dalam penanganan penyebaran Covid 19,” Singkatnya, (Apon)