Tak Perlu Keluarkan Biaya Karena Ada BPJS Kesehatan Untuk Katarakmu

Nurhayati (53), dengan Kartu Indonesia Sehat

Pekanbaru (Nadariau.com) – Tahun lalu, Nurhayati Nasution (53) harus mendapat tindakan operasi atas katarak yang dideritanya. Nurhayati tak perlu keluar biaya pengobatan dan perawatan karena ia sudah menjadi Peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Penyebab katarak yang paling umum ditemui adalah akibat proses penuaan atau trauma yang menyebabkan perubahan pada jaringan mata. Katarak merupakan suatu penyakit ketika lensa mata menjadi keruh dan sulit ditembus cahaya.

Pada umumnya, katarak berkembang perlahan dan awalnya tidak terasa mengganggu. Namun, lama-kelamaan, katarak akan mengganggu penglihatan dan membuat pengidap merasa.

Seperti melihat jendela berkabut, sulit menyetir, membaca, serta melakukan aktivitas sehari-hari. Penyakit ini merupakan penyebab kebutaan utama di dunia yang dapat diobati.

Awalnya Nurhayati tidak menyadari bahwa ia mengidap penyakit mata tersebut. Namun dikarenakan mulai merasa terganggu pada penglihatan serta kondisi mata yang semakin memburuk, dokter pada fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) dimana Nurhayati terdaftar menyarankan untuk segera melakukan operasi katarak sembari memberi surat rujukan ke Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru.

“Yang saya rasakan selama menggunakan BPJS (Kesehatan – red) ini saya merasa sangat puas dan pelayanannya sangat baik. Pasca operasi katarak pun saya mendapatkan fasilitas kontrol selama sebulan, beserta obat-obatan dan kacamata untuk melindungi mata yang masih sensitif setelah operasi. Tidak ada perbedaan kualitas pelayanan yang saya temui selama memanfaatkan program ini, baik yang bayar reguler maupun dengan Peserta JKN-KIS,” ujar Nurhayati.

Nurhayati juga berpendapat bahwa dengan terdaftar menjadi peserta JKN-KIS merupakan hal yang menguntungkan bagi semua lapisan masyarakat, sesuai dengan sistemnya yang mana dengan gotong royong, maka semua tertolong.

“Penting sekali untuk kita memiliki jaminan kesehatan, karena kita akan merasa aman dan tidak perlu khawatir lagi masalah biaya pengobatan jika kita tiba-tiba sakit parah,” tutup Nurhayati. (alin)