Sejak 2016 Netty Andalkan BPJS Kesehatan Bagi Jaminan Kesehatan Keluarga

Pekanbaru (Nadariau.com) – Netty Ernawati (53) yang akrab dipanggil Netty adalah seorang Ibu Rumah Tangga yang juga seorang Peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sejak tahun 2016.

Tidak hanya dia, namun keluarganya juga sudah merasakan manfaat dari Program JKN-KIS ini.

Ditemui di kediamannya, Netty menceritakan pengalamannya selama ini menggunakan Program JKN-KIS. Ia mengaku sejak adanya JKN-KIS ini, akses pelayanan kesehatan untuk keluarganya sangat dipermudah. Mulai dari pengobatan sakit yang ringan hingga berat semuanya dipercayakan melalui program ini.

“Saya sudah banyak sekali memanfaatkan JKN-KIS ini, ketika saya maupun anak saya sakit demam, asam lambung, bahkan menjalani rawat inap pada tahun 2017 semuanya dicover oleh JKN-KIS ini. Saya tidak perlu repot lagi mengurus permasalahan pembayaran, cukup dengan memiliki JKN-KIS kita sudah bisa merasa aman ketika sakit melanda terutama saat covid ini,” ujar Netty.

Tidak hanya itu, Netty juga menceritakan saat anak-anaknya membuat kaca mata dengan menghandalkan program ini. Netty memaparkan bahwasannya pelayanan yang diberikan oleh pihak kesehatan sangat memuaskan dan membantu.

Selain itu, Netty juga sangat senang dengan pelayanan BPJS Kesehatan yang selalu ditingkatkan dan semakin praktis, terutama dengan adanya pelayanan secara non tatap muka yakni berupa PANDAWA dan Mobile JKN. Ia mengaku itu sangat memudahkannya dengan melakukan perbaharuan administrasi dari rumah.

“Senang rasanya ketika kita tidak perlu lagi antri lama di kantor dari pagi hingga siang untuk melakukan administrasi secara langsung. Dengan adanya PANDAWA maupun Mobile JKN saya lebih merasa aman tidak berada dikerumunan,” ucap Netty.

Netty juga mengucapkan terimakasihnya kepada pemerintah dan BPJS Kesehatan yang telah mau memfasilitasi akses layanan kesehatan untuk seluruh masyarakat Indonesia. Karena baginya program ini sungguh luar biasa terutama bagi yang sedang mengidap sakit parah namun kesulitan dalam hal finansial.

“Semoga semkin banyak yang dapat merasakan manfaat program mulia ini, dengan program ini kita bisa saling membantu dan semuanya juga bisa tertolong,” tutup Netty. (alin)