Rosmiarni Tenang Hadapi Gangguan Saat Hamil dengan BPJS Kesehatan

Pekanbaru (Nadariau.com) – Beruntung biaya perawatan Rosmiarni (32) di RS Pekanbaru Medical Center (PMC) ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan. Pasalnya, Ani – begitu ia biasa dipanggil – pernah punya pengalaman membayar saat pengobatan.

“Waktu itu kakak keguguran anak kedua, dan sama tante diajak ke salah satu rumah sakit swasta untuk kuret. Membayar lebih dari Rp4 juta padahal hanya dirawat sehari,” ungkap Ani. Saat itu ia memang belum paham betul alur pelayanan BPJS Kesehatan.

Ani dan keluarganya didaftarkan oleh suaminya sekitar tahun 2015, saat ia hamil anak pertamanya, di segmen Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah/Bukan Pekerja (PBPU/BP) atau yang biasa disebut peserta mandiri Kelas II. Proses kelahiran anak pertamanya pun lancar tanpa iur biaya sedikit pun.

“Kami pun beberapa kali ada menggunakan BPJS (Kesehatan – red) tapi tak sampai dirawat. Seperti anak demam, atau sakit gigi. Jadi tak khawatir lagi kalau ada keluarga yang sakit karena sudah ada BPJS (Kesehatan – red) ini,” lanjut ibu rumah tangga yang tinggal di Jalan Budi Luhur ini.

Saat ditemui, Ani sedang dirawat di RS PMC dengan diagnosa hiperemesis gravidarum/HG yakni mual atau muntah yang berlebihan pada ibu hamil, biasanya pada trimester pertama. Ini merupakan kehamilan ketiga bagi Ani.

“Pihak rumah sakit pun sangat responsif, abang (suami Ani – red) tak terkendala saat berkomunikasi sehingga kami cukup terinformasikan. Perawatnya juga ramah dan melayani kakak dengan baik, tak ada dibeda-bedakan,” ujarnya sumringah.

Meski demikian, Ani berharap Pemerintah dapat mempertimbangkan kembali iuran JKN yang dinaikkan ini. “Karena bagi Ani yang juga ikut membantu perekonomian keluarga dengan berjualan online ini, apalagi di masa pandemi saat ini, masih banyak kebutuhan lain yang harus dipenuhi,” ujarnya. (alin)