Jelang PSU Pilkada Rohul, Paslon 02 Laporakan Dugaan Money Politic Paslon 03 ke Bawaslu

Rohul (Nadariau.com) – Tim Koalisi Rokan Hulu Maju melaporkan dugaan money politic dilakukan tim Paslon nomor urut 03 Hafith Syukri-Erizal, menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada 2020 di 25 TPS Kecamatan Tambusai Utara ke Bawaslu Rokan Hulu (Rohul) pada Minggu (18/4/2021) siang.

Pelapor dari Tim Koalisi Rokan Hulu Maju yaitu bernama Hardi Candra yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Rokan Hulu.

Ketua Tim Koalisi Rokan Hulu Maju, Kelmi Amri mengatakan, pihaknya sudah melaporkan dugaan money politic yang terjadi di Desa Bangun Jaya, Kecamatan Tambusai Utara pada Jumat malam 16 April 2021 kepada Bawaslu.

“Kalau teman-teman mau bukti, saya buktikan hari ini dan yang lebih celaka lagi yang membagikan ini yaitu oknum penyelenggara PSU pada saat membagikan undangan pemilih. Hal ini adalah salah satu kesalahan lagi, yang belum kami laporkan, tetapi akan segera kami laporkan,” kata Kelmi.

Dalam video yang dijadikan bukti, sejumlah orang yang diduga tim Paslon 03 membagikan duit kepada karyawan PT Torganda.

“Uang untuk dibagikan kepada pemilih lain dengan jumlah yang besar. Dalam video jelas Kelmi, dibagikan salah satunya Rp66 juta untuk 200 pemilih, satu lagi Rp36 juta untuk 100 pemilih,” jelas kelmi.

Sementara, Ketua Bawaslu Rokan Hulu, Fajrul Islami Damsir mengatakan, laporan Paslon 02 dengan pelapor Hardi Candra adalah terkait dugaan pembagian uang di Desa Bangun Jaya Kecamatan Tambusai Utara yang dilakukan oleh salah satu tim Paslon Bupati dan Wabup Rokan Hulu.

“Laporan pelapor dalam formulir A1 menduga bahwa ada kegiatan pembagian uang. Ada beberapa bukti dilampirkan pelapor. Seperti surat, saksi dan alat-alat bukti dokumen pendukung termasuk video,” terang Fajrul.

Setelah menerima laporan, Bawaslu Rokan Hulu akan melakukan kajian awal, menentukan apakah laporan Tim Paslon 02 memenuhi syarat secara formil dan materil atau tidak, sebelum dilanjutkan ke pembahasan di tingkat Sentra Gakkumdu.

“Bawaslu Rokan Hulu masih perlu menganalisa, mempelajari, dan menentukan. Sesuai laporan, indikasi laporan tim Paslon 02 masuk kategori Pidana‎ Pemilihan atau tidak,” ungkap Fajrul.

Meski jadwal PSU Pilkada 2020 akan dilaksanakan dalam waktu dekat, Bawaslu Rokan Hulu belum memastikan kapan bisa memutuskan. “Karena masih perlu mempelajari laporan Paslon 02, meregister dan selanjutnya dibahas di Sentra Gakkumdu,” tutup Fajrul. (tra)