Rabu, Maret 18, 2026
BerandaHeadlineHUT Kampar ke-71, Diperingati Melalui Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kampar

HUT Kampar ke-71, Diperingati Melalui Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kampar

Kampar (Nadariau.com) – Ketua DPRD Kampar Muhammad Faisal pimpin Sidang Paripurna Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Kampar ke-71, di Gedung DPRD Kabupaten Kampar, Sabtu (6/2/2021).

Tahun ini HUT Kampar bertemakan “Basamo Mambolo Nagoghi”.

Turut hadir dalam sidang tersebut, Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Edy Natar Nasution, Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto.

Kemudian Anggota DPR RI Dapil Riau Syahrul Aidi Mazaat, Anggota DPRD Kampar, perwakilan Forkopimda Riau, Kepala OPD Kampar, tokoh adat Kampar, tokoh masyarakat Kampar, serta tamu undangan lainnya

Wagubri Edy Natar mengucapkan tahniah dan selamat hari jadi Kabupaten Kampar ke-71. Dimana momentum hari jadi Kabupaten Kampar ini terasa berbeda dari tahun sebelumnya karena saat ini masih dihadapi Pandemi Covid-19.

Ia menuturkan, peringatan HUT Pemerintah Kabupaten Kampar telah menghelat acara dan kegiatan ini sesuai dengan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19.

“Alhamdulillah kita masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk mengikuti sidang istimewa paripurna DPRD Kampar dalam rangka HUT Kampar ke-71,” ujarnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto. Ia menyampaikan bahwa tema HUT Kampar ke-71 Basamo Mambangun Nagoghi ini mengandung makna dan pengertian yang sangat luas.

Yakni Basamo dapat diartikan dalam bahasa Indonesia yaitu bersama, Mambangun artinya merawat, mengurus dan membangun dan lainnya, sedangkan Nagoghi artinya negeri yakni Kabupaten Kampar.

“Apabila kita gabungkan tiga terminologi itu ke dalam Bahasa Indonesia maka memiliki pengertian bersama merawat negeri,” katanya.

Catur menuturkan, dalam perspektif keislaman terdapat kaidah yang telah disepakati oleh ulama yang menyebutkan bahwa nilai yang baik dan merumuskan nilai yang baru dan lebih baik sepertinya menjadi solusi terbaik atas tema HUT Kampar yang ke 71 ini.

Ia berharap melalui tema tersebut dengan keberagaman masyarakat, adat istiadat dan lain sebagainya, sehingga rintangan demi rintangan tersebut dapat diatasi dan dilewati di bawah satu payung panji dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung.

“Kebhinekaan dan keberagaman kita syukuri sebagai sebuah anugerah dari Allah, kemudian kita jadikan kekuatan untuk merawat dan membangun negeri ini,” ujarnya. (mcr/dw)

 

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer