Lubang Sumur Semburan Gas Pondok Pesantren Al Ihsan Makin Membesar Warga Waspada

Pekanbaru (Nadariau.com) – Hingga kini, lubang semburan lumpur gas bekas galian sumur bor di Pondok Pesantren Al Ihsan semakin membesar. Untuk itu, warga diminta untuk lebih waspada, Ahad (7/2/2021).

Selain itu, di lubang semburan gas juga terdengar dentuman keras dan menyemburkan lumpur ke atas. Suara dentuman mulai terdengar pada Sabtu (6/2) pukul 13.00 WIB.

Mengetahui kondisi itu, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan Polri langsung sigap memberikan peringatan kepada warga, wartawan dan petugas lainya agar segera menjauh dan selalu waspada.

“Jangan terlalu dekat. Ini radiusnya sudah mencapai 6, mudah terbakar dan bagunan bisa roboh tiba-tiba,” ujar salah seorang petugas BPBD saat memantau lokasi.

Sementara itu, petugas lainnya juga turut membantu menyampaikan kondisi lubang lumpur yang semakin melebar. Bahkan, gas yang keluar dari lobang sudah berada di titik 6.

“Kalau di titik 10, artinya gas yang dikeluarkan mudah terbakar. Misalnya kalau dipicu api atau sinyal frekuensi Handphone. Makanya jangan bawa HP, kalau mendekat ke sini,” kata petugas itu.

Lebih lanjut, petugas juga mengingatkan agar hati-hati karena kondisi bangunan mudah roboh. Hal itu dikarenakan mereka menduga di dalam bawah tanah bangunan sudah kosong lantaran lumpur menyembur keluar sejak 3 hari.

Ari, warga sekitar mengaku baru mendengar suara dentuman dari lobang tersebut. Sebab, pagi hingga siang tidak ada suara dentuman itu.

“Baru siang tadi itu dentumannya, pagi tadi tidak ada. Ini kaca-kaca musholah pun bergetar, bunyi-bunyi gitu setiap dentuman lobang itu terjadi,” katanya.

Dentuman keras terdengar hingga di luar kawasan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ihsan. Suara dentuman mirip seperti gemuruh gunung merapi yang meletus.

Tenda yang didirikan BPBD Pekanbaru pun terpaksa dipindah ke luar kawasan Ponpes karena khawatir terkena imbas lumpur dan gas. Aliran lumpur mengalir hingga ke sebuah danau kecil yang berada tak jauh dari pesantren.

Pantauan media sejumlah petugas Tagana dari BPDB Pekanbaru dan Pemprov Riau berjaga di lokasi. Tampak pula seorang polisi dan TNI ikut mengamankan situasi dan melarang warga yang ingin masuk ke lokasi itu.

Sementara, petugas lainya memindahkan tenda dan posko mereka dari dalam Ponpes ke luar kawasan.

“Iya bang dipindah keluar, makin keras dentumannya,” kata salah seorang anggota BPBD.

Kapolsek Tenayan Raya, AKP Manapar Situmeang mengatakan, lokasi semburan gas berlumpur di Ponpes Al Ihsan telah di tutup.

Pihaknya telah memasang garis polisi yang diperluas hingga pintu masuk gerbang pesantren. Sebelumnya garis polisi terpasang hanya di sekitaran sumur yang menyemburkan gas dan lumpur itu.

“Kita menutup dan melarang warga masuk apalagi mendekat. Karena status gas dan lumpur ini kan berbahaya,” ujar Manapar.

Saat ini semburan gas dan lumpur yang mencapai 15 meter itu tengah didalami oleh tim gabungan dari Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Riau beserta Pihak PT Kaila Migas dan PLTU beserta KLHK Riau.

Pengecekan secara berkala dilakukan untuk mengambil langkah penutupan sumur. “Kita juga ikut dirikan Pos Pam terpadu untuk menjaga areal TKP,” kata Manapar.

Pemprov Riau mendirikan posko di sekitar lokasi semburan gas dan lumpur itu. Seluruh santri penghafal Alquran sudah diungsikan ke pesantren induknya di kawasan Kubang, Kabupaten Kampar.

Telah diberitakan sebelumnya, semburan gas dan lumpur itu berawal dari pengeboran sumur milik Pesantren Al Ikhsan pada Kamis (4/2). Namun, saat pengeboran mencapai 115 meter, tiba-tiba keluar gas sekitar pukul 13.30 WIb.

Kemudian, pada malam harinya, sekitar pukul 20.00 Wib, warga sekitar mendengar ledakan keras. Ternyata aliran lumpur keluar dari dalam lobang tersebut. Ledakan itu mengakibatkan batu-batu dari dalam tanah berterbangan.

Jarak antara lokasi lubang gas yang bersumber dari pengeboran sumur itu milik pesantren itu tak jauh dari wilayah kerja perusahaan EMP Bentu.

Selain itu, lokasi Pondok Pesantren Al Ihsan juga tidak jauh dari kantor Wali Kota Pekanbaru. Tepatnya berada di Jalan Abdulrahman, Kelurahan Tuah Negeri, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru

Dilokasi, tampak plang bertuliskan ‘berbahaya’ yang dipasang pihak perusahaan di sekitaran lokasi. Tujuannya untuk mencegah masyarakat untuk tidak mendekat ke lokasi semburan gas. (mcr/don)