Sejumlah Mahasiswa Lakukan Aksi Bela Kampus Universitas Pasir Pengaraian di Kejati Riau

Pekanbaru (Nadariau.com) – Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Universitas Pasir Pengaraian melakukan aksi bela kampus di Kantor Kejati Riau, Jumat (20/11/2020).

Terlihat dalam aksi tersebut beberapa pimpinan organisasi Universitas Pasir Pengaraian (UPP) dan Demisioner. Antara lain Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Ekonomi Ahmad Ridwan, Demisioner Ketua DPM Fakultas Ekonomi ( Fekon ) Mulyadi, Demisioner Wakil Ketua DPM Fakultas Ilmu Komputer Doni Mahendra, Demisioner Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Muhammad Suhendri.

Dalam aksi tersebut Aliansi Mahasiswa Peduli Universitas Pasir Pengaraian menyuarakan tuntutan diantaranya,

1. Aliansi Mahasiswa Peduli Universitas Pasir Pengaraian meminta kepada Kejati Riau untuk memilah laporan terkait permasalahan yang terjadi di Universitas Pasir Pengaraian karena kami menduga laporan yang dilayangkan oleh Aliansi ALAMI kepada kejati Riau hanya untuk merusak citra dari Kampus dan membawa KAMPUS keranah Politik pada saat masa PILKADA serentak khususnya di Roakan Hulu.

2. Aliansi Mahasiswa Peduli Universitas Pasir Pengaraian tidak sepakat terhadap segelintir Oknum Mahasiswa dan Alumni Mahasisa UPP, karena mengumbar Isu – Isu yang tidak berdasar terkait UPP ke muka umum karena itu dapat merusak citra baik dari Kampus UPP tercinta.

3. Aliansi Mahasiswa Peduli Universitas Pasir Pengaraian mengecam dengan tegas tindakan yang dianggap tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di internal kampus UPP oleh Aliansi Alami.

Kordinator Lapangan M Ridho Nst mengatakan kekecewaannya. Sikap oknum yang mengatasnamakan mahasiswa UPP dan alumni, sangat tidak etis, terlalu mempolitisir kampus serta sangat mengecewakan. Karena membawa nama aliansi mahasiswa UPP, menjual nama mahasiswa.

Padahal tidak semua mahasiswa menerima sikap dan kegiatan mereka. Oleh Karena itu kita tidak terima atas klaim dan tidak tepat sasaran apa yang disampaikannya pada media dan Kejati.

“Karena tidak pantasnya Tupoksi mereka pada kegiatan itu. Dan kita anggap itu hanyalah politisasi mereka terhadap kampus, karena mendekati momen Pilkada serentak khususnya di Rokan Hulu”, ucap Ridho.

Ditempat yang sama Ketua DPM Fekon Ahmad Riduan menyayangkan sikap oknum ALAMI.

“Saya kecewa dengan demo yang kemarin dilakukan beberapa oknum yang mengatasnamakan Mahasiswa UPP. Padahal saya sendiri Ketua DPM Fekon tidak mengetahui hal itu. Karena tidak adanya konsolidasi bersama seluruh lembaga mahasiswa UPP. Dan saya menduga itu hanya lah politisasi di masa Pilkada. Seharusnya dimusyawarahkan terlebih dahulu sebelum di lakukan aksi”, tutur Riduan.

Sementara, Kabid penerangan dan Hukum Kejati Riau yang menerima massa aksi mengatakan, bahwa sebaikknya permasalahan ini diselesaikan secara kekeluargaan di Rokan Hulu.

Jika ada unsur korupsi nanti akan tindaklanjuti. Tapi kalau tidak ada, seharusnya bisa diselesaikan dengan mempertemukan para tokoh – tokoh yang ada di Rokan Hulu terlebih dahulu untuk musyawarah.

“Seharusnya mahasiswa tidak harus turun aksi apalagi mendekati Pilkada Rohul. Undang lah para tokoh-tokoh Rohul untuk menyelasaikan permasalahan ini, agar kita tidak dipandang saling adu mengadu. Efeknya nanti timbul perpecahan, apalagi kalian generasi muda”, tutup Muspidawan dihadapan Korlap. (olo)