Simposium Internasional ke-12 PPI Dunia Hadirkan Menteri Kelautan Edhy Prabowo

Simposium PPI Dunia ke 12

Jakarta- Nadariau.com- Perhimpunan Pelajar Indonesia Se-Dunia (PPI Dunia) menyelenggarakan Simposium Internasional ke-12 yang dilakukan secara daring. Simposium tersebut berlangsung dari tanggal 15 hingga 30 Agustus 2020 dengan mengusung tema “peran generasi muda dalam kebangkitan nasional pasca pandemi Covid-19.

Pada simposium kali ini PPI mengundang sebagai pembicara beberapa tokoh indonesia seperti Menteri kelautan Edhy Prabowo, Rektor IPB Arif Satria dan lain-lain. pada sesi komisi kelautan dan kemaritiman yang dibuka oleh Menteri Kelautan dan Perikanan  Edhy Prabowo mengusung tema “Membangkitkan sektor Perikanan Pasca Pandemi”, disampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi Sumber Daya Kelautan dan Perikanan yang begitu besar, mengingat indonesia adalah negara kepulauan dan memiliki pantai dan laut yang sangat luas, namun sayang hal ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

Selain itu dikatakan juga oleh Edy Prabowo pentingnya masyarakat Indonesia untuk lebih banyak mengkonsumsi ikan karena Indonesia adalah lubung ikan dan juga merupakan  kontribusi dan  kontributor ikan didunia.

Pada sesi lain Simposium International Online PPI Dunia 2020, (20/08/2020) berjudul “Nanoteonologi di Indonesia”. Disampaikan oleh Prof. Dr. Eng I Made Joni, M.Sc dimana disampaikan bahwa  kedepannya generasi pemuda Indonesia bergerak bersama supaya lebih produktif dilevel nasional ataupun International untuk menyonsong masa depan Indonesia lebih baik.

Tidak kalah menarik hal yang disampaikan oleh  Mayor Jenderal Marinir (Purn) Dr. H. Yussuf Solichien, menyampaikan Pandemi covid-19 jangan jadikan alasan untuk bermalas-malas, putus asa Dan harapan. Tapi justru denganya Pandemi ini kita harus mingkatkan etos kerja dan produktif. Indonesia sebagai poros maritim. “Kita harus tetap menjaga stamina dan semangat untuk terus membangun Indonesia walaupun ditengah keterbatasan saat ini karena pandemi, walaupun kita tidak bisa bebas tetapi pikiran dan semangat kita harus tetap produktif,”Pungkas Dr. Yussuf. (ditulis oleh Cut Tasri Mirnalisa)