Dwi Mengaku Ingin Memberikan Koreksi Pemberitaan

Pelalawan (nadariau) – Merasa keberatan dengan isi pemberitaan yang dimuat nadariau.com, Dwi Surya Pamungkas melayangkan hak jawabnya kepada redaksi nadariau.com, kemaren. Dalam pernyataannya, Dwi antara lain mengatakan, kedatangannya ke rumah Febri Sugiono untuk memberikan koreksi pemberitaan bukan untuk mengancam dan intimidasi.

“Saya bermaksud ingin memberikan koreksi atas pemberitaan dan menanyakan apa pembahasan saudara Febri yang sudah berjumpa dengan orang tua saya beberapa waktu lalu terkait pemberitaan,” tulisnya.

Pemberitaan yang dimaksudnya yaitu berjudul “Karena Pemberitaan, Dinihari Seorang Pria Ancam Wartawan Media Online Pelalawan,” yang terbit pada Rabu 6 Mei 2020. Ia merasa perlu menyampaikan Hak Jawab dan Hak Koreksi kepada redaksi terhadap berita yang dinilainya tendensius dan tanpa melakukan konfirmasi terhadap dirinya sebagaimana diatur dalam pasal 1 Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

Ia menulis lebih lanjut bahwa, kedatangannya ke rumah Febri secara spontan karena dirinya baru pulang dari Inhu dan melihat pemberitaan yang dibuat Febri. Sekali lagi ia menegaskan, kedatangannya bukan untuk mengintimidasi, karena ia merasa sudah kenal dengan wartawan bersangkutan sehingga memberanikan diri mendatanginya.

“Saya datang ke rumah Saudara Febri dengan mengetuk pintu dan mengucapkan salam dan ketika itu ada suara perempuan yang membuka jendela lalu menyakan ada apa dan saya jawab ada bang Febri. Tidak berselang lama, Saudara Febri keluar dan merekam secara tiba-tiba dari balik jendela dan saya melihat itu dan saya menanyakan kenapa abang rekam, lalu saya mengajak Saudara Febri untuk berbicara baik-baik di luar rumah,” aku Dwi Surya Pamungkas.

Di akhir pernyataan Dwi berharap dengan adanya hak jawab ini, pemberitaan tentang dirinya maupun Febri Sugiono dapat diluruskan.

Sebagaimana diberitakan nadariau sebelumnya, seorang wartawan media online di Kabupaten Pelalawan, Riau, Febri Sugiono (43) diancam dan intimidasi oleh tiga orang pria, Rabu (6/5/2020) dinihari. Kedatangan mereka diduga karena pemberitaan menyoroti permasalahan di koperasi Desa Sungai Ara Kecamatan Pelalawan.

Febri menceritakan, waktu itu rumahnya didatangi seorang pemuda bernama Dwi Surya Pamungkas sekita pukul 03.00 Wib dinihari, untuk mempertanyakan berita yang diterbitkan di media online. Febri diketahui bekerja sebagai wartawan di beberapa media online.

Febri menceritakan, dua hari terakhir dirinya menyoroti permasalahan di Koperasi Sungai Ara yang diketuai Ahyar. Berita yang diterbitkan Febri yang membongkar adanya dugaan penyelewengan di tubuh koperasi itu.

Tak disangka-sangka, anak Ahya bernama Dwi Surya Pamungkas tiba-tiba menyambangi kediaman keluarga Febri. Dengan marah-marah dan meminta Febri keluar dari rumahnya untuk membicarakan persoalan pemberitaan.

Febri berinisiatif untuk merekam intimidasi Dwi dengan kamera HP miliknya dan mempertanyakan tujuan kedatangannya. Ia memilih hanya berdiri di pintu sambil merekam aksi Dwi yang berbicara dengan nada suara tinggi.

Ia takut Dwi melakukan hal-hal yang buruk terhadap keluarganya pada malam itu. Tak berhasil berbicara dengan Febri, pemuda itu pergi dari rumah.

Febri sendiri telah mendatangi SPKT Polres Pelalawan untuk membuat laporan dan dilanjutkan dengan pemeriksaan denga Berita Acara Pemeriksaan (BAP), Rabu (6/5/2020).

“Diharapkan laporan ini sebagai efek jera bagi oknum-oknum yang mengintimidasi wartawan karena pemberitaan,” ujarnya.

Kapolres Pelalawan, AKBP M Hasym Risahondua, SIK menyebutkan, pihaknya telah menerima laporan dari Febri Sugiono.

Kapolres Hasym men-support jurnalis dalam membawa dugaan intimidasi itu ke jalur hukum mengingat kedatangan Dwi ke rumah Febri seperti gaya preman yang hendak mengintimidasi.

Dikuatirkan hal ini menjadi preseden buruk dalam dunia jurnalistik khususnya di Pelalawan. Oknum-oknum akan melakukan hal serupa jika menjadi objek pemberitaan.

“Ini tidak bisa dibiarkan. Akan kita proses dulu,” kata Kapolres Hasym kepada wartawan. (liaz)