Beraksi di Pekanbaru Spesialis Curat dan Curanmor Berhasil Ditangkap

Pekanbaru (Nadariau.com) – Polsek Senapelan berhasil meringkus empat orang tersangka yang tersandung kasus pencurian dengan pemberatan dan pencurian kendaraan bermotor, Senin malam lalu.

Dimana penangkpaan ini dilakukan usai Polsek Senapelan menerima laporan kejahatan curat dan curanmor dibeberapa lokasi kejadian di Pekanbaru khususnya di wilayah Kecamatan Senapelan.

Polisi berhasil mengamankan empat orang pelaku spesialis curat dan curanmor usai menangkap dan melakukan pengembangan kasus dari pelaku AB alias Budi (38) di Kecamatan, Tenayan Raya. Dimana pelaku Budi ini adalah otak pelakunya.

“Para pelaku ini sudah sering bermain. Untuk TKP curat ada 30 TKP. Sementara untuk curanmor ada 8 TKP,” kata Kapolsek Senapelan, Kompol Ritonga Kariamsah, Selasa (11/2/2020) di Mapolsek Senapelan saat ekspose.

Usai mengembangkan kasus, Ritonga mengatakan langsung melakukan pengembangan kasus dan berhasil meringkus tiga orang rekan tersangka Budi berinisial DI alias Dodi (38), IE alias Iwan (29).

Mereka ini adalah resedivist dalam kasus yang sama dan sudah pernah ditahan sebelumnya. Makanya saya mengatakan mereka ini spesialis curat dan curanmor.

“Sementara itu kita juga mengamankan seorang penadah berinisial AT alias Pak Polo (39),” terang mantan Kapolsek Tampan ini.

Untuk modus operandinya lanjut Ritonga berbunga melati satu ini, para tersangka melakukan curanmor saat para korbannya lengah saat meninggalkan kendaraan bermotor waktu pagi dinihari dan subuh.

“Kemudian pelaku mengambil kendaraan bermotor dengan cara mencongkel menggunakan kunci T dan kunci Y dengan penerangan senter kecil. Kemudian untuk curat mereka melakukan bongkar rumah menggunakan seperti pisau kecil, mata bor yang sudah modifikasi, obeng,” katanya lagi.

Sementara, kendaraan bermotor yang berhasil dicuri pelaku, mereka menjualnya di sekitaran Kota Pekanbaru dan di luar wilayah Provinsi Riau.

“Untuk curanmornya sebagian dijual ke pelaku AT, Kecamatan Rumbai Pesisir. Kemudian mereka ada menjual ke Bangkinang, dan Provinsi Jambi. Rata dijual dengan harga lebih kurang Rp2 juta,” tutup Ritonga.(son)