Jembatan Putus Akibat Banjir Bandang di Sijunjung

Sijunjung (Nadariau.com) – Akibat hujan deras yang melanda kawasan Sijunjung Sumatera Barat, sejak Sabtu dini hari (8/2/2020) menyebabkan banjir bandang dan memutuskan satu unit jembatan di jorong batu Manjulua, nagari Batu Manjulua Kecamatan Kupitan, Kabupaten Sijunjung.

“Kejadian banjir ini terjadi sekitar jelang waktu Subuh, akibat dari banjir juga menyebabkan putusnya jembatan diterjang arus sungai yang deras dan akses jalan di daerah itu lumpuh total,” ungkap plt. Kalak BPBD Sijunjung, Hendry Chaniago.

Ia juga menyebutkan akibat dari banjir yang melanda daerah itu juga merendam sejumlah pondok-pondok penduduk.

“Tidak ada korban jiwa dari peristiwa ini dan masyarakat rumahnya yang terdampak akibat banjir sudah mengungsi ke tempat yang lebih aman,” jelas Hendry.

Saat ini kata Hendry lagi, Tim Reaksi Cepat BPBD Sijunjung sudah turun ke lokasi untuk antisipasi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan dan pihaknya juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan selanjutnya.

“Kita sudah di lokasi untuk melakukan evakuasi terhadap penduduk yang tedampak banjir dan juga melakukan pendataan akibat banjir bandang ini,” kata dia.

Putusnya jembatan penghubung antara Nagari Batu Manjulur Kecamatan Kupitan dan Nagari Koto Baru Kecamatan IV Nagari karena diterjang arus sungai Batang Lawas mengakibatkan aktifitas perekonomian warga terganggu.

Pasalnya, jembatan itu merupakan jalur tercepat penghubung dua nagari tersebut. Selain jalur tercepat, jembatan itu satu-satunya jalur yang bisa dilewati kendaraan roda empat dan roda enam.

“Jalur alternatif ada, yakni melewati jembatan gantung, tapi jalan alternatif itu hanya bisa dilewati kendaraan roda dua. Itupun, warga harus memutar jalan dengan jarak tempuh lebih kurang 3 kilometer,” kata Wali Nagari Batu Manjulur, Sutrisno.

Sutrisno menyebutkan kawasan Jorong Batu Manjulur Timur itu merupakan sentra pertanian dan perkebunan warga.” Jembatan ini akses warga menuju sentra pertanian dan perkebunan,” ujarnya.

Mengingat jembatan itu sangat strategis, Wali Nagari Batu Manjulur berharap Pemkab Sijunjung membangun jembatan darurat sehingga aktifitas warga tidak terganggu.

Plt Kalaksa BPBD Kabupaten Sijunjung, Henry Chaniago mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR terkait pembangunan jembatan darurat ataupun pemasangan jembatan Belly.

Namun begitu, sebut dia, dirinya akan melaporkan kondisi jembatan yang putus karena di hantam arus sungai Batang Lawas, berikut langkah-langkah penanganannya ke Bupati Sijunjung.

“Kerusakan jembatan ini akan kita laporkan dulu ke Bupati Sijunjung, setelah itu baru kita berkoordinasi dengan Dinas PUPR beserta angkah-langkah penanganannya,” ujar Henry Chaniago. (covesia.com/harianhaluan/nrc)