Umri Launching Tagline 2020 Dalam Bentuk Parade Cinta Tanah Air

Pekanbaru (Nadariau.com) – Bertepatan dengan Hari Bela Negara dan Hari Juang Kartika TNI Angkatan Darat, Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) ikut menyemarakkan melalui Parade Bhineka Tunggal Ika.

Dengan memakai baju merah putih, sebanyak 2.130 mahasiswa baru dan ratusan orang akademisi Umri, mengikuti pawai bersama masyarakat yang berpakaian adat nusantara menggelar parade tanah air sejauh 2,5 km.

Pawai ini dimulai dari Jalan Thamrin ke Jalan Gajah Mada, Kota Pekanbaru, sebagai bentuk komitmen mereka dalam memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Ahad (15/12/2019).

Rektor Umri Dr H Mubarak MSi mengatakan, Muhammadiyah lahir berdasarkan kesepakatan yang berdiri pada tahun 1912. Akan tetapi pada saat meleburkan diri maka Pancasila dan UUD 1945 adalah kesepakatan dan tentunya tidak boleh memasukkan keinginan pribadi. UMRI pun harus bertekat untuk tetap memiliki masa depan yang lebih baik.

Untuk mewadahi tekad menggapai masa depan menjadi yang lebih baik lagi maka UMRI melaunching tagline 2020 yakni My Life My Future. Tagline 2020 tersebut, bermakna bahwa UMRI selalu ingin melakukan yang terbaik.

Baik untuk kehidupan pribadi dan menentukan masa depan, dengan memandang bahwa jika ingin masa depan anda lebih baik maka bergabunglah dengan UMRI.

“Mahasiswa bukan hanya sebagai subjek pembangunan juga sebagai objek kemajuan pembangunan. Oleh karena itu, mari kita membangun bersama-sama, dan hasilnya tentunya untuk kita semua,” kata Mubarak.

Pada kesempatan ini, Mubarak mengajak komitmen mahasiswa untuk bertekad mengajak warga daerah lingkungan supaya lebih mencintai Indonesia.

Sementara parade tanah air ini, memberikan makna kepada mahasiswa yang baru masuk kampus bahwa mereka berada dalam satu kesatuan NKRI. Dan Muhammaddiyah juga merupakan bagian dari RI yang dicirikan menggunakan baju merah putih itu.

Menurut Mubarak, baju merah putih menyebutkan, bahwa itulah Muhammadiyah karena tidak boleh membeda-bedakan antara yang kaya dengan yang miskin, pintar dan bodoh. Namun semua berada dalam satu “gelas NKRI”

Ketika masuk dalam gelas merah putih, maka Muhammadiyah ikut memberi warna bagi pembangunan di negeri ini. Sedangkan akselerasinya bisa dilakukan dengan beragam cara.

Seperti memahami nilai-nilai kebangsaan agar rasa cinta tanah air itu makin kuat.

“Aksi parade ini digelar perdana. Namun kedepan Umri akan menjadikan agenda tetap setiap tahun. Sekaligus sebagai sarana memberikan pemahaman pada mahasiswa, bahwa Indonesia itu adalah NKRI,” kata Mubarak.

Sementara Gubernur Riau Syamsuar mengatakan, berdasarkan sejarah, upaya mempersatukan suku, ras dan etnis sangat berat. Karena rakyat Indonesia sudah dipecah belah oleh penjajah melalui politik adu domba.

Sekarang di Provinsi Riau ada sekitar 30 suku dari berbagai etnis di Indonesia. Mari tetap bersatu dan jangan sampai pecah. Karena tantangan kedepann sangat berat untuk menjaga keutuhan NKRI.

“Melalui parade cinta tanah air ini, bersama masyarakat dan mahasiswa, mari kita perkuat rasa cinta kebangsaan. Kemudian kita harus mengetahui berbagai ancaman persatuan, agar kita tidak terpecah belah kedepan,” kata Syamsuar. (ind)