Hebat, Baru Dua Bulan Menjabat AKBP Efrizal SIK Ungkap 41 Kasus di Inhu

Inhu (Nadariau.com) – AKBP Efrizal SIk menjabat menjadi Kapolres Inhu sejak 26 September 2019. Sebelumnya, AKBP Efrizal menjabat sebagai Pengamanan Internal Polri (Paminal) Polda Riau.

Genderang perang yang ditabuh Kapolres Inhu dalam memberantas tindak pidana narkotika, ternyata tidak sebatas omong kosong belaka. Dalam kurun waktu dua bulan menjabat sebagai Kapolres Inhu, AKBP Efrizal dan jajaran telah berhasil menyikat puluhan tersangka narkoba.

Kapolres Inhu AKBP Efrizal SIk melalui PS Paur Humas Aipda Misran mengatakan terhitung sejak 26 September 2019, sudah 41 perkara narkoba yang telah diungkapnya.

“Dengan total barang bukti yang disita sebanyak 139,09 gram dengan tersangka yang diamankan berjumlah Lima Puluh (50) orang. Empat Puluh Sembilan (49) laki-laki dan Satu (1) orang diantaranya wanita,” kata Misran, Sabtu (30/11/2019).

Selanjutnya Aipda Misran juga menjelaskan, selain barang bukti sabu, Polres Inhu juga menyita barang bukti ekstasi sebanyak 20,02 gram dan 0,67 gram daun ganja kering siap edar.

Pengungkapan ini tidak hanya dilakukan oleh jajaran Satres Narkoba Polres Inhu, melainkan dibantu oleh setiap jajaran Polsek.

“Dari 10 Polsek yang ada di Inhu, pengungkapan yang paling banyak dilakukan oleh Polsek Batang Cenaku, dengan jumlah 7 perkara dan 7 tersangka,” jelas Misran.

Untuk jajaran Satres Narkob Inhu, perkara yang diungkap sebanyak 9 Perkara. Dengan jumlah tersangka sebanyak 11 orang. Rata-rata dari tersangka yang diungkap adalah bandar narkoba yang telah menjadi target operasi.

Dengan demikian, pengungkapan dan penangkapan para pengguna dan bandar narkoba ini, adalah bukti keseriusan Kapolres Inhu AKBP Efrizal, dalam hal pemberantasan narkoba di wilayah hukum Polres Inhu.

“Kepada masyarakat, kami juga menghimbau agar dapat bekerja sama untuk membantu personil Polres Inhu dalam hal pengungkapan peredaran gelap narkoba,” imbau Misran.

Untuk pelaporan yang praktis, silahkan download aplikasi ‘SIPEKA’ melalui ponsel android yang dimiliki. Dengan mendownload aplikasi tersebut, maka masyarakat Inhu bisa melaporkan disetiap kejadian apapun dilingkungan tempat tinggal.

“Dan didalam aplikasi “SIPEKA” masyarakat juga bisa membuat SKCK dan SIM,” ujar Misran. (Rio)