RSUD Arifin Achmad Pastikan Layanan Pasien Kanker Berlaku Sama

Pekanbaru (Nadariau.com) – Adanya informasi yang menyebutkan bahwa pelayanan khususnya penyakit kanker yang dilakukan pihak RSUD Arifin Achmad tidak sesuai peraturan yang berlaku, dibantah langsung Kepala Instalasi Kanker Terpadu, DR.dr Elmi Ridar, SpA.

Dalam siaran pers-nya, Sabtu (23/11/2019), Dr dr Elmi Ridar,SpA menyebutkan pihaknya tidak pernah membedakan perlakuan pengobatan antara satu pasien dengan pasien yang lain, atau pasien yang kaya dengan si miskin.

Hanya saja diakuinya, saat ini ruangan rawat inap untuk pasien kanker khusus anak memang belum cukup karena makin banyaknya pasien kanker yang memerlukan pengobatan.

Namun pihaknya selalu mencarikan solusi agar pasien bisa di rawat inap di RSUD Arifin Achmad sesuai indikasi medisnya.

“Kalau dibilang kita tidak melayani, rasanya itu tidak benar. Kita selalu memberikan pelayanan yang terbaik kepada pasien yang datang. Dan saat ini memang ruangan rawat inap yang kurang, saat ini baru ada 40 tempat tidur di bangsal anak (untuk semua penyakit anak). Tapi kita pasti mencarikan solusi agar pasien bisa dirawat inap,” bebernya.

Bertambahnya jumlah pasien kanker ini dapat dipahami karena RSUD Arifin Achmad mengembangkan Layanan Kanker Terpadu sebagai salah satu unggulannya.

Disinggung tentang tenaga ahli, dr Elmi menyampaikan bahwa RSUD Arifin Achmad sudah memiliki ahli kanker, dan semuanya sudah ada.

“Kumpulan ahli kanker (Tim Kanker Terpadu) dari berbagai spesialisasi ada di sini (RSUD Arifin Achmad, red),” tegasnya.

Terkait dengan obat, kita tidak kekurangan sama sekali. “Jika masih ada di Indonesia, pasti ada di RSUD Arifin Achmad. Kalau obat sesuai dengan standar terapi pasti ada dipenuhi manajemen kita disini” ucap dr Elmi.

Tentang penyakit kanker, dr Elmi menyampaikan tingkatannya. Jika stadium lanjut 3 dan 4, itu perlu perawatan yang komplek dan penangananya berbeda dari stadium 1 dan 2.

Kalau stadium 3 dan 4 perlu tindakan dan pengobatan yg kompleks dalam penyembuhan, semisal perbaikan gizi, tranfusi darah, stabilisasi elektrolit dan lain lain, serta tingkat komplikasi penyakitnya juga tinggi.

“Stadium lanjut ini kebanyakan pasien meninggal. Dokter mana yg tak ingin pasiennya sehat, dan kami tidak main-main mengobati pasien,” tuturnya.

Mengenai tumor Wilm’s, dr Elmi menyebutkan bahwa tumor ini berasal dari ginjal. Kalau terlalu besar melebihi separoh isi perutnya, sebelum dioperasi dikecilkan dulu dengan kemoterapi.

“Setelah kecil, sekitar 4 minggu baru di operasi. Kalau semua tumor bisa diangkat maka dokter akan melakukan pembersihan semaksimal mungkin, setelah dioperasi, sel tumor yg tersisa (yg tdk bisa dilihat dgn mata oleh dr bedah) dimusnahkan kembali dengan kemoterapi. Setelah operasi dan kemoterapi bisa saja tumbuh kembali, begitulah ganasnya tumor itu. Kalau kondisi umum anak kurang bagus, tidak mungkin kita masukkan obat kanker atau kemoterapi” terang dr Elmi.

Dalam kesempatan itu, dr Elmi mengimbau kepada masyarakat agar mawas diri jika ada benjolan di tubuh.

Segera datangi rumah sakit, dan periksa ke dokter agar bisa diantisipasi sedari awal perkembangan kanker.

Jangan sudah parah baru datang ke rumah sakit, akibatnya ya fatal, lalu rumah sakit sering jadi pihak yang disalahkan.

“Tentang fisik rumah sakit khususnya RSUD Arifin Achmad, jika belum berkenan dengan tuntutan masyarakat, mari berdoa semoga pemerintah Riau, tetap melanjutkan membangun gedung yang lebih nyaman dan representatif. Menggantikan beberapa gedung yang juga sudah tua,” katanya.

Sementara itu, Direktur RSUD Arifin Achmad, dr Nuzelly Husnedi, MARS menyampaikan apresiasi terhadap para dokter, perawat dan staf lain yang telah memberikan kemampuan terbaiknya dalam melayani pasien di RSUD Arifin Achmad.

Ia juga mengapresiasi keluhan yang disampaikan masyarakat dan kita tela’ah sebagai masukan dalam rangka meningkatkan pelayanan ke arah yang lebih baik lagi. Karena upaya perbaikan pelayanan harus dilaksanakan terus menerus dan berkelanjutan.

“Kita (manajemen RSUD Arifin Achmad, red) dengan senang hati menerima berbagai keluhan atau masukan untuk membuat langkah perbaikan atau inovasi untuk pelayanan ke depan yang lebih baik lagi,” ucap Nuzelly singkat. (rls)