Sulap TNTN Jadi Kebun Sawit, MKA LAMR Minta Aparat Hukum Tindak Tegas KUD Tani Bahagia

Inhu (Nadariau.com) – Praktek perambahan dan alih fungsi hutan kawasan menjadi perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), seakan sudah menjadi tradisi.

Walaupun hutan yang dibabat itu berstatus sebagai Taman Nasional, namun praktek perambahan hutan itu tidak tersentuh oleh hukum.

Seperti yang terjadi pada areal TNTN (Taman Nasional Teso Nilo) yang berada di Kecamatan Lubuk Batu Jaya, Kabupaten Inhu.

Berdasarkan fakta informasi yang diterima Nadariau.com lebih kurang 1000 Ha kawasan TNTN di wilayah itu yang telah disulap menjadi kebun kelapa sawit.

Hebatnya, praktek ilegal tersebut ditenggarai oleh sebuah koperasi yang bernama, KUD Tani Bahagia. Kendati sudah berlangsung sejak lama, namun tidak satu pun institusi penegak hukum yang mampu menghentikan atau menindak secara hukum.

Hal itu dibenarkan MKA (Majelis Kerapatan Adat) LAMR (Lembaga Adat Melayu Riau) Kawasan Pasir Penyu, Arifuddin Ahalik, Selasa (5/11/2019).

Dengan tegas dia menyatakan, aktivitas atau kegiatan perkebunan yang ditenggarai KUD Tani Bahagia itu, diduga kuat ilegal dan syarat kepentingan kelompok.

Dengan demikian sebut Arifuddin yang juga politisi senior Inhu itu, dirinya meminta institusi penegak hukum, baik dari tingkat daerah hingga tingkat pusat, dapat bertindak dan memberikan sanksi tegas terhadap KUD tersebut.

“Kegiatan yang dilakukan pihak KUD Tani Bahagia itu, jelas telah melanggar aturan perundang-undangan, UU No 13 tahun 2013 tentang kawasan hutan, Pasal 17 ayat 2 dan Pasal 92 ayat 2,” tutur Arifuddin, Kamis (7/11/2019).

Selanjutnya Arifuddin mengatakan bahwa apa yang dilakoni pihak KUD tersebut, merupakan tindak pidana berat, bahkan ancaman pidananya diatas 8 tahun penjara.

“Maka dari itu, saya minta kepada institusi penegak hukum, untuk tidak tutup mata akan hal ini. Begitu juga terhadap Balai TNTN, hendaknya tidak mendiamkan persoalan in, karna hal ini sudah termasuk kejahatan yang luar biasa,” tutup Arifuddin. (Rio)