Kampar Kiri Hulu Jadikan Lubuk Larangan Jadi Ikon Daerah

Warga bergotong royong mengangkat jala yang dipasang di lubuk larangan di Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu (27/1/2018). Lubuk ini merupakan sungai yang tidak boleh diambil ikannya dalam periode tertentu, yang merupakan upaya warga adat setempat dalam melestarikan dan menjaga ekosistem sungai agar tidak dirusak.

Kampar (Nadariau.com) – Lubuk Larangan menjadi salah satu ikon yang membanggakan dari Kabupaten Kampar, khususnya di desa yang ada di kawasan Rimbang Baling.

Hal tersebut diungkapkan Camat Kampar Kiri Hulu, Dasril saat mengikuti diskusi interaktif bersama Green Radio pada acara Rimbang Baling Jungle Trek 2019, dimana ia ingin mengangkat salah satu pesona yang ada di Rimbang Baling yakni Lubuk Larangan di iven nasional.

“Kami ingin mengangkat Lubuk Larangan menjadi terkenal di iven nasional,” jelasnya, Senin (15/7/2019).

Ia melanjutkan, Lubuk Larangan pantas diangkat ke iven nasional dikarenakan momen langka karena kegiatan Lubuk Larangan ini diperingati setahun sekali.

Dasril berharap pemerintah tidak memberi izin untuk perusahaan lain masuk ke Lubuk Larangan.

Menurutnya, jika ada perusahaan masuk ke daerah Lubuk Larangan, maka jangan berharap lagi Lubuk Larangan akan bisa dinikmati hasilnya 1 tahun sekali oleh masyarakat sekitar.

“Kalau sempat ada perusaahan yang masuk ke daerah Lubuk Larangan, saya rasa Lubuk Larangan akan tinggal kenangan,” tutur Camat tersebut.

Terakhir, ia minta kesadaran Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau untuk tetap memperhatikan kelestarian yang ada di Rimbang Baling.

“Kami berharap bukan cuma kami saja yang komitmen menjaga alam tapi juga melibatkan BKSDA Riau,” tutup Dasril. (mcr/dw)