Heli Dari BNPB, TNI dan Pihak Swasta Dikerahkan untuk Pemadaman Karhutla di Riau

KEBAKARAN LAHAN DI OGAN ILIR

Pekanbaru (Nadariau.com) – Sampai saat ini kebakaran hutan dan Lahan (Karhulta) di Provinsi Riau telah menghanguskan sebanyak 3.517 hektar.

“Tim gabungan terus berupaya melakukan pemadaman. Jumlah luas areal yang terbakar sampai saat ini 3.517 hektar. Ini kalkulasi kebakaran dari Januari hingga Juli (2019),” ucap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Riau Edwar Sanger, Senin (15/7/2019).

Dia merincikan, luas areal yang terbakar ada di Kabupen Rohul 2 hektar, Kepulauan Meranti 232 hektar, Siak 398 hektar, Kota Pekanbaru 57 hektar, Kampar 70 hektar, Inhu 75 hektar, Inhil 140 hektar, Kota Dumai 272 hektar dan Kuasing 5 hektar.

“Luas areal yang paling banyak terbakar berada di Kabupaten Bengkalis dengan luasnya 1.436 hektar,” imbuhnya.

Untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan Riau pertengan tahun 2019, sebanyak 1.500 personil dikerahkan. Personil yang dikerahkan terbanyak adalah dari anggota TNI.

Selain itu, penanggulangan kebakaran juga diperkuat sebanyak 13 helikopter. Heli itu berasal dari BNPB, TNI dan pihak swasta. Heli tersebut diperbantukan untuk melalukan operasi water bombing (bom air).

“Operasi water bombing terus dilakukan oleh Satgas Udara untuk penanggulangan kebakaran,” imbuh Wakil Komandan Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan Riau.

10 Hektar Lahan di Pekanbaru Terbakar

Kebakaran hutan dan lahan terjadi di Kota Pekanbaru. Sedikitnya 10 hektar lahan musnah terbakar di ibukota Provinsi Riau itu.

“Hari ini kebakaran sudah berhasil ditanggulangi oleh tim gabungan. Total ada 10 hektar hutan dan lahan terbakar,” kata kata Kepala Manggala Agni Pekanbaru, Erwin Putra Senin.

Kebakaran terjadi di Jalan Damai, Kelurahan Palas, Kecamatan Rumbai terjadi sejak kemarin 14 Juli 2019. Lahan yang terbakar merupakan daerah gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan.

Kondisi cuaca juga sempat menyulitkan tim gabungan dari TNI, Polri, Mangga Agni, BPBD dan warga untuk memadamkan. Dimana angin kencang dan cuaca sangat panas.

Lahan yang terbakar merupakan semak belukar. Selain itu ada juga kebun kelapa sawit milik warga. Belum diketahui siapa yang melakukan pembakaran.

“Dugaan kita ini ada unsur kesengajaan untuk membuka lahan. Untuk kasus hukumnya ditangani pihak kepolisian,”tukasnya.

Kepala BNPB Doni Monardo yang beberapa waktu lalu ke Riau menegaskan terjadinya karhutla merusak ekosistem hutan, flora dan fauna penghuninya dan cagar biosfer.

Lahan gambut yang menjadi karunia untuk bangsa Indonesia dengan ketebalan mencapai 36 meter, menjadi area yang paling rentan terjadi kebakaran lahan.

Kebakaran hutan dan lahan mengganggu pelayanan transportasi masyarakat dan bisnis. Indonesia juga mendapat desakan dan teguran dari negara tetangga terkait akibat yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan dan lahan.

Hal ini tentu saja mengganggu hubungan diplomatik antar negara dan regional Kawasan ASEAN.

“Dengan pendekatan persuasif dan mengajak kesadaran semua pihak, kita berharap kebakaran hutan dan lahan dapat kita hentika. Pencegahan lebih baik dari pada penanggulangan,” Ujar Doni. (jal)