PMII Sorot Anggaran Perjalanan Dinas DPRD Riau Keluar Negri Sebesar Rp16 Miliar

Pekanbaru (Nadariau.com) – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menyorot tingginya anggaran perjalanan dinas Anggota DPRD Riau untuk kunjungan kerja keluar negri.

Anggaran tersebut dianggarkan untuk tahun 2019, yaitu sebesar Rp16 juta. Jumlah anggaran ini tentu sangat fantastik untuk kegiatan yang dirasa tidak penting.

Anggaran Rp16 miliar ini merupakan jumlah yang tidak sedikit. Dan hal tersebut tentu berbanding terbalik dengan keadaan keuangan Provinsi Riau hari ini, yang sedang mengalami Defisit.

“Anggaran sebesar itu, kami rasa tidak tepat sasaran dan Hanya akan menghambur-hamburkan APBD saja,” kata Ketua PMII Kota Pekanbaru Amri Taufiq, Senin (08/07/2019).

Menurut Amri, masih banyak yang harus dibenahi dan diprioritaskan di Provinsi Riau ini. Seperti Gaji Pegawai dan Guru Honorer, serta Renovasi Kantor-kantor OPD yang ada di Ria.

Termasuk menambah pembangunan sekolah. Pasalnya sekarang sangat carut marut pada Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB), karena pemerintah menggunakan sistim zonasi. Jadi sudah waktunya untuk diperbaiki daerah dengan baik.

Disisi lain, PMII juga sangat menyayangkan kebijakan Gubernur Riau yang sudah Mengamini anggaran wacana Perjalanan Dinas DPRD ini.

PMII juga khawatir dengan apa yang terjadi pada tahun 2017, terkait temuan BPK di DPRD Riau untuk Perjalanan Dinas ini akan terulang kembali.

Hal ini akan kembali membuat buruk nama lembaga DPRD tersebut. Cukuplah kejadian ditahun 2017 itu menjadi yang pertama dan terakhir dan jangan sempat terulang lagi.

Diharapkan untuk Perjalanan Dinas ini dibatalkan. Karena PMII melihat Perjalanan Dinas DPRD ini tidak mesti dilaksanakan dengan anggaran yang dianggap akan berlebih-lebihan sehingga akan terjadi pemborosan.

“Terkait anggaran ini, kami akan berkoordinasi dengan Ketua OKP, Cipayung Plus dan organisasi mahasiswa lain. Kami akan terus mengawal sampai Proyek ini benar-benar dibatalkan. Dan dana sebesar itu dialokasikan untuk kepentingan masyarakat. tegas Amri.

Ketika dikonfirmasi terkait anggaran perjalanan dinas ke Kepala Bagian Umum DPRD Riau Khuzairi, ia enggan menjawab. Khuzairi mengaku, bukan wewenangnya untuk menjawab.

“Kegiatan besar ini bukan kapasitas saya menjawabnya. Jadi bukan ranah saya. Maka untuk mempertanyakann hal tersebut silahkan langsung ke Sekwan (Sekwan DPRD Riau),” kata Khuzairi ketika dihubungi melalui jaringan telepon. (ind)