Mahasiswa Demo Kantor Gubernur dan Polda Riau Terkait Proyek Pengaman Pantai di Meranti

Pekanbaru (Nadariau.com) – Kelompok Aliansi Mahasiswa Riau Peduli (AMRP) menggelar aksi demo di depan Kantor Gubernur Riau dan Polda Riau, Selasa (25/06/2019).

Dalamm orasinya di Kantor Gubernur Riau, Korlap AMPR Sandi Putra meminta Gubernur Riau untuk meninjau ulang pejabat PUPR Riau bidang Sumber Daya Air.

Diduga pekerjaannya banyak yang telah rusak akibat tidak ada kualitas. Hal ini disebabkan karena terjadi jual beli proyek Pekerjaan Langsung (PL).

Oleh sebab itu diminta Gubernur Riau untuk membenahi pembangunan pengaman pantai di Tanah Merah Rangsang di Kepulauan Meranti.

Sebab akibat kelalaian PPK dan PPTK PUPR Riau telah menyebabkan kehancuran proyek tersebut.

“Kemudian kami juga meminta Gubernur Riau untuk membleklist rekanan proyek tersebut. Karena pekerjaannya telah hancur, padahal proyek tersebut dikerjakan tahun 2018,” kata Sandi.

Setelah puas berorasi akhir kelompok mahasiswa AMRP ini diterima oleh perwakilan Gubernur Riau, Supriadi yang menjabat sekretaris Satpol PP Riau.

Supriadi mengatakan, gubernur baru menjabat 100 hari. Oleh sebab itu, masih banyak yang perlu dibenahi terkait tuntutan kawan kawan mahasiswa ini.

“Meski demikian, kami akan menyampaikan pernyataan sikap ini kepada pimpinan dan kawan kawan silahkan kawal kasus ini nantinya,” kata Supriadi.

Setelah mendapatkan jawaban dari pihak Gubernur Riau, AMRP bergeser ke depan Mapolda Riau.

Kepada Polda Riau, Sandi meminta polisi memeriksa PPK, PPTK dan rekanan dalam proyek pengaman Pantai Tanah Merah. Karena diduga ada kongkalikong dengan oknum PUPR Riau, saat melakukan penawaran untuk rekanan yang menjadi pemenang.

“Kami juga meminta Kapolda Riau memeriksan speak proyek pengaman Pantai Tanah Merah tersebut. Karena diduga tidak sesuai speak,” sorak Sandi.

Disini AMPR diterima oleh perwakilan Polda Riau, AKP Yuherman selaku Kasi Paskal.

AKP Yuherman mengucapkan terima kasih atas penyampaian aspirasinya terkait tuntutan mahasiswa.

“Nanti pernyataan sikap dari adik adik mahasiswa ini akan disampaikan kepada pimpinan. Agar dapat diproses sesuai prosedur hukum,” ucap AKP Yuherman.

Setelah puas dari jawaban pihak Gubernur Riau dan Polda Riau, kemudian massa dari AMRP membubarkan diri dengan tertib. (ind)