Perguruan Silat Kundur Mulai Bangkit Menjaga dan Mengangkat Marwah Riau

Murid Perguruan Silat Kundur.

Pekanbaru (Nadariau.com) – Di era globalisasi sekarang ini budaya – budaya di Indonesia sudah mulai memudar khususnya di Riau. Beladiri pencak silat sebagai ciri marwah Riau sudah jarang didengar. Bahkan sedikit demi sedikit sudah mulai hilang di bumi lancang kuning.

Pencak silat kalah saing dengan beladiri zaman sekarang khususnya dari Negara luar seperti Mixed Martial Art ( MMA ), Karate dan Taekwondo. Hal ini sungguh mengecewakan bagi bangsa Indonesia terutama bagi masyarakat Riau.

Tetapi masyarakat Riau tak tinggal diam, dibawah tangan dingin pemuda Riau Dinul Hamdi dan kawan – kawan, mereka mendirikan perguruan silat di Pekanbaru, Riau pada tanggal 06 November 2017 lalu. Silat ini dikenal dengan nama Silat Kundur.

“Dan ternyata pemberian nama kundur pun ternyata terdapat makna ‘Kuat Pantang Mundur’,” ujar Dinul, sebagai pendiri dan pelatih diperguruan tersebut, Rabu (15/05/2019).

Perguruan ini didirikan bertujuan untuk membangkitkan marwah Riau yang sudah pudar akibat perkembangan zaman. Sementara itu perkembangan perguruan ini sangat baik karena mereka sudah banyak mengikuti pertandingan -pertandingan nasional.

Seperti Open Pencak Silat Championship di Purna MTQ, Open Pencak Silat Championship II di GOR Gelanggang Remaja dan SMI CUP 1 2019 di GOR Gelanggang Remaja. Pada pertandingan ini mereka bisa mendapatkan juara 3 kelas A putri pra remaja.

Semua pertandingan yang mereka ikuti bukan untuk mencari siapa yang paling kuat, maupun menjadi juara. Namun tujuan mengikuti pertandingan ini untuk menjalin silaturahmi antar sesama manusia dan silaturahmi antar perguruan.

Sementara itu didalam perguruan ini terdapat murid – murid dari usia 7 – 20 tahun. Sementara batas usia tidak terbatas, yang penting peserta mau berlatih di perguruan ini.

“Didalam perguruan ini tidak hanya sekedar diajarkan tentang beladiri. Tetapi juga mengajarkan tentang ilmu pengetahuan dan agama. Sehingga bisa mengubah karakter saya kearah lebih baik,” kata salah seorang murid, Hardi Klana.

Diharapkan dengan pembelajaran dari perguruan Silat Kundur bisa membangkitkan kembali marwah Riau yang sudah pudar. Diharapkan kedepan Silat Kundur lebih maju dan dapat dikenal oleh masyarakat luas.

“Pelatih kami selalu berpesan, dengan istilah satu hilang dua terbilang, patah tumbuh hilang berganti, takkan melayu hilang di bumi. Pesan ini selalu kami pegang dalam kehidupan sehari hari,” ujar murinya lagi, M Hikmal Akbar. (swarez-UIN)