Fadli Zon Sarankan KPU Tak Perlu Pakai Server Karena Mudah Diretes

Jakarta (Nadariau.com) – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, menyoroti server Komisi Pemilihan Umum atau KPU yang mudah diretas atau mudah down.

Jika hal tersebut terjadi, Fadli Zon menyarankan agar penghitungan suara di Pilpres 2019 dilakukan secara manual.

Menurut Fadli, pada pilkada di Jawa Barat server KPU sempat down. Sementara itu, rekapitulasi hitung suara kecepatannya ada di server.

“Walaupun selalu diungkapkan itu perhitungan manual berjenjang. Tapi tetap saja. Kalau gitubuang saja itu server. Untuk apa kita pakai server? Buang saja itu server KPU. Menurut saya tidak ada gunanya tuh, kita pakai hitungan manual aja. Kita tidak butuh itu server-server kaya begitu,” kata Fadli Zon dalam peluncuran buku kumpulan puisi miliknya di Jalan Cipinang Cimpedak, Jakarta Timur, Senin, 8 April 2019.

Terkait kekhawatiran adanya kecurangan KPU memenangkan salah satu paslon, wakil ketua DPR RI itu menyebut sebagai kekhawatiran yang nyata dan bukan berita bohong. Hal itu ia sebut pernah diungkap oleh Akbar Faisal.

Hal tersebut dikatakan Fadli menanggapi ditangkapnya dua orang penyebar hoax server KPU sudah diatur memenangkan salah satu paslon.

“Kalau kita memang sangat mengantisipasi kecurangan itu. Karena memang pernah disebutkan. Kita merasakan bahwa memang ada upaya-upaya kecurangan itu nyata, bukan hoax,” ujarnya.

Namun, ia membantah bahwa penyebar server KPU sudah diatur merupakan bagian dari Badan Pemenangan Nasional (BPN).

Jadi hak rakyat untuk mempersoalkan server itu. Karena server itu dalam beberapa Pilkada juga pernah down, pernah hilang, pernah di-hack.

Server pernah di-hack, dan mudah untuk di-hack oleh kekuatan-kekuatan orang yang jago-jago IT, hacker dan sebagainya.

“Jadi saran saya KPU tidak perlu pakai server. Kita hitungan manual saja. Jadi buang saja itu server,” katanya. (viva/nrc)