Pedagang Tetap Berjualan di Trotoar Jalan, Pasar Higienis Pekanbaru Kosong Melompong

Pekanbaru (Nadariau.com) – Hingga kini Pasar Higienis di Jalan Teratai masih tampak kosong melompong. Padahal pembangunannya sudah tuntas 100 persen.

Sementara pedagang lebih memilih berjualan di atas trotoar dan badan jalan. Sehingga perencanaan Pemerintah Kota Pekanbaru untuk mengosongkan badan jalan tidak terlaksana dengan baik.

Dinas Perindustrian dan Pedagangan (Disperindag) Pekanbaru pun mengaku terus berupaya guna memindahkan para pedagang agar masuk ke dalam pasar. Baik melalui pendekatan secara persuasif maupun melalui surat edaran yang disampaikan kepada pedagang.

“Tetapi pedagang inikan merasa rugi, ketika mereka jualan di pasar, masih ada pedagang yang tetap di luar, pembeli juga lebih memilih belanja di luar jadinya,” ujar Kepala Disperindag Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut, Kamis (28/03/2019).

Menurut Ingot, keberadaan pedagang di Jalan Teratai dari dulu merupakan persoalan ketertiban umum. Dalam hal ini, Disperindag tidak bisa bekerja sendiri tanpa adanya dukungan dari OPD terkait seperti Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub).

“Disini kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Jangan semuanya dibebankan ke kita, karena ini tugas tim. Kalau berbicara tugas, tentu persoalan pedagang di badan jalan bukan kewenangan kita, karena itu persoalan ketertiban umum,” tegasnya.

Jika merujuk sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing, terang Ingot, Disperindag bertugas penuh menyiapkan tempat dan fasilitas bagi pedagang yang akan ditertibkan dari badan Jalan Teratai.

“Tempat sendiri sudah kita siapkan di Pasar Higienis. Disana ada 150 los atau kios yang sudah kita siapkan. 130 di antaranya untuk penjual sayur dan 20 untuk penjual ikan dan daging,” urai dia.

Kemudian untuk penertiban terhadap PKL di badan jalan merupakan kewenangan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan pengamanan lalu lintas oleh Dinas Perhubungan (Dishub).

“Jadi jangan lagi berbicara tugas, tapi harus bekerja dengan super tim sesuai arahan walikota. Untuk itu jangan ada perintah-perintah, apa yang menjadi tugas kita ya kita laksanakan,” tutupnya. (ind)