Lebih 15 Meter, Tebing Sungai Subayang Kampar Habis Dikikis Air

Kampar (Nadariau.com) – Akibat sering terkena banjir, kondisi tebing Sungai Subayang di Desa Domo, Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar sangat memprihatinkan.

Bahkan setiap banjir tebing ini hilang ditelan sungai hingga puluhan meter.

Hal ini disampaikan tokoh masyarakat Desa Domo Baharin Chandra, Senin (14/01/2019).

”Kalau dihitung sudah lebih dari 15 Meter tanah Pemukiman Rumah masyarakat yang terletak di sepanjang aliran sungai Subayang di Desa Domo ini runtuh. Kejadian ini sudah menjadi keresahan bagi masyarakat yang ada di dusun Kampung Lama ini,” sebut Baharin.

Diperkirakan Sejak tahun 2005, lanjut Baharin sudah ada 50 Meter tebing Sungai Subayang di Desa Domo yang hilang, kalau tidak dibangun turap maka desa ini hilang di telan bumi.

Padahal tanaman masyarakat disepanjang lima kilo meter aliran sungai Subayang Domo itu berbagai jenis.

Seperti ada sawit, karet dan tanaman pertanian lainnya dan masyarakat bergantung hidup dari hasil pertanian tersebut.

Akan tetapi dengan lahan yang selalu runtuh membuat para pemilik lahan risau karena setiap tahun terus berkurang dan terguras oleh Sungai Subayang.

“Permasalahan ini bisa teratasi jika dibangun turap sebagai langkah efektif untuk menghambat terjadinya erosi parah di desa Domo ini,” kata Baharin Chandra.

Ditempat terpisah, Kepala Desa Domo Firmansyah kepada wartawan mengatakan, kalau persoalan ini sudah sering dibahas melalui musyawarah di tingkat desa Musrenbangdes hingga Kabupaten.

Akan tetapi alhasil sampai saat ini belum juga ada realisasinya.

Atas nama masyarakat Desa Domo, bermohon kepada Pemerintah Kabupaten Kampar untuk mencari solusi dan memperbaikinya.

Selain itu, kondisi ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah, karena menyangkut kepentingan masyarakat banyak.

“Selaku Kades, saya berharap permasalahan ini dapat terealisasi secepat mungkin. Supaya Desa Domo, tebing Sungai Subayang tidak menjadi sejarah nantinya bagi anak cucu kami,” harap Firmansyah. (dw)