DPRD Riau Katakan Beberapa Kontraktor di Riau Sudah Masuk Daftar Hitam

Pekanbaru (Nadariau.com) – Anggota DPRD Riau mengatakan beberapa kontraktor yang mengerjakan proyek dua fly over dan jembatan Siak IV otomatis sudah di-blacklist atau masuk daftar hitam.

Sanksinya kedepan tidak akan diberikan lagi kesempatan mengerjakan proyek-proyek yang ada di tahun mendatang.

Hal ini sudah ada undang-undangnya yang mengatur. Disamping mendapat denda, mereka juga sudah di-blacklist.

“Kontraktor nakal itu tidak perlu diingatkan lagi masalah ini, itu sudah otomatis mereka terima. Karena mereka tidak mampu mengerjakan proyek sesuai dengan waktu yang telah disepakati,” kata salah seorang Anggota Komisi IV DPRD Riau yang membidangi masalah infrastruktur, Asri Auzar, Kamis (10/01/2019)

Untuk itu Politisi Demokrat ini mengingatkan pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Dinas PUPR untuk sekektif melakukan lelang kegiatan yang ada di tahun mendatang.

Dengan tidak melibatkan lagi perusahaan yang sama dalam setiap lelang kegiatan pembangunan yang ada.

“Mereka sudah diberikan kepercayaan mengerjakan proyek, tapi tidak rampung sesuai waktunya,” tambah Dapil Rokan Hilir ini.

Sebagaimana diketahui, untuk tender proyek Fly Over Pasar Pagi Arengka di menangkan PT Dewanto Cipta Pratama, dengan penawaran sebesar Rp75.532.651.000, dari pagu anggaran sebesar Rp78.398.668.000.

Sedangkan untuk fly over simpang SKA dimenangkan oleh PT Sumber Sari Cipta Marga, dengan penawaran sebesar Rp149 miliar, dari pagu anggaran Rp159 Miliar lebih.

Kontraktor Jembatan Siak IV dipercayakan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Brantas Abipraya. (nrc/mcriau)