Belasan Mayat Mengapung di Perairan Bengkalis Penumpang Jalur Ilegal, Ini Terduga Tersangkanya!

Bengkalis (Nadariau.com) – Misteri penemuan sebelas mayat di perairan Bengkalis mulai terungkap. Sebelas mayat yang ditemukan di perairan Bengkalis diduga memang korban speedboat karam yang berasal dari Malaka Malaysia hendak menuju Indonesia melalui jalur ilegal di Perairan Bengkalis.

Hal ini diungkap langsung Kabag Ops Polres Bengkalis Kompol Yuliusman didampingi Kasatreskrim Polres Bengkalis AKP Andrie Setiawan, saat press rilis di depan Mapolres Bengkalis, Rabu (12/12/2018) siang.

Dalam press rilis tersebut dihadirkan dua orang tersangka diduga sebagai pembawa speedboat yang mengangkut korban yang ditemukan di perairan Bengkalis.

Dua tersangka tersebut diantaranya Hamit alias Boboi (31) dan Jamal (38) keduanya merupakan warga desa Sungai Cingam kecamatan Rupat Utara.

Mereka berhasil selamat setelah mengapung beberapa jam di perairan Selat Malaka Bengkalis setelah speedboat karam, Kamis (22/11) dini hari.

Dua orang tersangka diselamatkan oleh Kapal MV Indomal 5 tujuan Dumai Malaka saat melihat mereka terapung di perairan.

“Dugaan mereka berdua ini diketahui ada kaitannya dengan penemuan mayat di perairan Bengkalis. Setelah mengetahui ini kita langsung melakukan pencarian dua orang yang diselamatkan Kapal MV Indomal 5 ini,” terang Yuliusman.

Menurut Kabag Ops Polres Bengkalis, pada tanggal 10 Desember 2018 kedua orang ini menyerahkan diri ke Mapolres Bengkalis.

Sebelum menyerahkan diri pihak Kepolisian sempat melakukan negosiasi dengan warga desa Sungai Cingam agar menyerahkan warganya yang diduga ada kaitannya dengan kejadian temuan mayat diperairan Bengkalis.

Hasil pemeriksaan terhadap dua tersangka ini, mengakui bahwa merekalah yang mengangkut korban yang ditemukan di perairan Bengkalis.

Jumlah keseluruhan penumpang speedboat tersebut sebanyak 16 orang di luar awak speedboat.

“Upaya pengangkutan orang secara ilegal ini pengakuan kedua tersangka dikoordinir oleh Rb. Kemudian juga dikoordinir oleh RS warga negara Malaysia, keduanya berstatus DPO,” terang Yuliusman.

Dari keterangan tersangka speedboat yang mereka kendarai berlayar dari Pantai Keling Malaka dan diberangkatkan menuju Pantai Teluk Ketapang Sungai Cingam Kecamatan Rupat pada, Kamis (22/11/2018) tepat pukul 24.00 WIB.

“Namun di perjalanan speedboat yang membawa 16 orang penumpang dan dua awak kapal ini terbalik. Dua awak kapal berhasil selamat dan mengapung di perairan dengan menggunakan life jaket dan jeriken untuk mengapung di perairan sebelum diselamatkan oleh Kapal MV Indomal 5.

Sementara seluruh penumpang tenggelam karena tidak memakai life jaket.

“Pengakuan dua orang awak kapal ini speedboat mereka sebenarnya menyediakan sembilan life jaket. Namun tidak ada yang menggunakannya sehingga korban tenggelam,” tandasnya. (tribun/nto)