Rupiah Dalam Ancaman Sinyal Negatif, Rupiah Melemah ke 15.238 per dollar AS

Jakarta (Nadariau.com) – Rupiah semakin terpuruk. Kemarin, kurs spot rupiah melemah 0,13 % menjadi Rp 15.238 per dollar AS. Sejalan, kurs tengah rupiah Bank Indonesia terkikis 0,26 % ke 15.233 per dollar AS.

Pelemahan mata uang Garuda terjadi lantaran Peoples Bank of China (PBoC) memutuskan memangkas giro wajib minimum (GWM) China.

Selain itu, tekanan pada mata uang Afrika Selatan terkait risiko politik juga turut membebani mata uang emerging market, termasuk rupiah.

Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menambahkan, adanya badai Michael yang bergerak menuju teluk Meksiko hingga pantai Florida Utara, mengakibatkan hampir 20 % produksi minyak AS ditutup. Ini berpotensi mengerek harga minyak.

Dari dalam negeri, analis Valbury Asia Futures Lukman Leong bilang, rupiah tertekan akibat cadangan devisa turun hampir US$ 3,1 miliar. Pasar semakin khawatir dengan keadaan perekonomian domestik, jelas dia.

Ia pun memperkirakan hari ini kurs rupiah bergerak di kisaran Rp 15.240–Rp 15.300 per dollar AS. Sedangkan David memprediksi, kurs rupiah melemah dan bergerak di kisaran Rp 15.210–Rp 15.280 per dollar AS. (kontan/nrc)