Ribuan Massa Demo Rektor UIN Suska Riau Karena Tampar Mahasiswa Baru

Ribuan Mahsiswa baru dan lama mendemo Rektor baru UIN Suska Riau.

Pekanbaru (Nadariau.com) – Ribuan massa dari mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Suska Riau menggelar aksi demo di lingkungan kampus yang beralamat di Jalan HR Soebrantas Pekanbaru, Jumat (27/07/2018).

Seperti diketahui, ribuan mahasiswa UIN Suska Riau melakukan aksi demo kepada Rektor, dikarenakan Rektor Ahmad Mujahidin diduga telah melakukan tindakan kekerasan terhadap mahasiswa baru di acara kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) gelombang pertama.

Haris Oky Adi Supinta selaku Menteri Hukum dan HAM BEM UIN Suska Riau, saat dikonfirmasi mengatakan aksi demo ini dilakukan karena Rektor UIN diduga telah melakukan tindakan kekerasan terhadap mahasiswa baru.

“Kami menolak adanya tindak kekerasan di dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK). Dimana kemarin itu ada mahasiswa yang ditampar oleh rektor sewaktu habis apel akbar, kemudian pada hari ini saat pembukaan PBAK ini, ada mahasiswa yang diminta push up serta dijambak rambutnya karena dinilai panjang. Padahal rambutnya pendek menurut kita,” sebutnya.

Haris juga mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada klarifikasi dari rektor kepada massa aksi.

“Katanya tadi Rektor mau kasih klarifikasi, tapi hingga saat ini belum ada klasifikasi. Katanya habis Shalat Jumat, kami ikuti maunya, tapi habis Salat Jumat tidak ada juga klarifikasi dari rektor,” tuturnya.

Tidak hanya persoalan kekerasan, mahasiswa juga menyoroti soal adanya nanyian mars Nahdatul  Ulama (NU) dalam acara apel akbar kemarin, serta sikap rektor yang mengundang aparat kepolisian bersenjata laras panjang kedalam lingkungan kampus guna menghadapi mahasiswa yang berunjuk rasa.

“Kami selaku mahasiswa UIN Suska Riau menyayangkan atas adanya nanyian mars NU dalam apel akbar kemarin, tidak seharusnya itu terjadi, karena kita adalah independen”

Seperti yang diketahui, Rektor baru UIN Suska Riau, Ahmad Mujahidin baru saja dilantik  pada tanggal 2 Juli 2018 lalu.

Kemudian, terkait aksi demo yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Suska Riau kepada rektor yang baru saja dilantik, Prof. Ahmad Mujahidin, Jumat (27/07/2018) di kampus madani yang terletak di Jalan HR Soebrantas Pekanbaru.

Mahasiswa sangat menyayangkan perlakuan rektor yang mendatangkan polisi bersenjata laras panjang.

“Kenapa rektor harus memanggil polisi ke dalam lingkungan kampus? Mirisnya lagi, kepolisian ini hampir semua pakai senjata laras panjang,” ungkap Haris Oky Adi Supinta sebagai Menteri Hukum dan HAM BEM UIN Suska Riau, yang juga merupakan juru bicara aksi demo.

Haris juga menyampaikan bahwa Sesuai aturannya polisi tidak seharusnya menginjakkan kaki dilingkungan kampus.

“Kami tidak terima dengan perlakuan rektor yang memperbolehkan aparat kepolisian kesini” tuturnya lagi.

Untuk diketahui, jadwal kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) gelombang pertama ini  dimulai hari ini sampai 29 Juli 2018 mendatang. Namun akibat aksi demo mahasiswa ini, kegiatan tersebut terpaksa dihentikan. (ren)