RTK Gelar Aksi Pasang Tenda di Rumah Dinas Bupati Kampar

Kampar (Nadariau.com)- Perjuangan tenaga Ruang Tunggu Kelahiran (RTK) Kampar tak berhenti begitu saja, Kamis (12/7/2018). Aksi mereka berlanjut dengan cara memasang tenda di depan pagar gerbang masuk rumah dinas bupati Kampar, Jl. Prof. M. Yamin, S.H, Kec. Bangkinang Kota.

Meski belum membuahkan hasil di aksi pasang tenda yang sudah memasuki hari kedua Jum’at (13/7). Namun, mereka mengancam akan tetap menggelar aksi tersebut hingga tuntutan mereka terkabulkan.

Tuntutan yang mereka bawa masih tetap sama dari aksi-aksi yang dilakukan sebelumnya, yakni meminta Bupati Kampar, agar merealisasikan janji perpanjangan SK RTK Kampar. Selain itu, masa juga meminta untuk dibayarkan transport ( honor transport) selama mereka bekerja.

Tidak hanya itu saja, mereka juga berpesan kepada bupati Kampar supaya tidak membiarkan RTK jadi pengangguran.

Buktikan janji bapak, bahwa bapak mengurangi pengangguran, tulisnya di secarik kertas yang merupakan atribut aksi.

Kita bekerja dari April 2017. Namun, semenjak Januari 2018 hingga hari ini tidak dibayarkan gaji.

Koordinator Lapangan, Ryan Septrianto mengungkapkan kekecewaannya terhadap pihak pemerintah daerah Kampar. Menurutnya tanggung jawab pemerintah daerah sangat penting terkait persoalan RTK itu.

“Saya kecewa, sebab hingga kini tenaga RTK belum juga diberi kejelasan oleh bupati Kampar,” ucap Ryan, Sekjend GPPI Kampar itu Jum’at (13/7/2018).

Baginya, kesejahteraan masyarakat Kampar adalah hal yang paling utama yang harus diperhatikan pemerintah daerah.

Kita berharap agar secepatnya pemerintah menyelesaikan persoalan ini, karena pengabdian RTK pun juga untuk Kampar sepenuhnya, tangkas Ryan.

DW