Ustaz Abdul Somad: Ipda Ausar Sosok Religius, Punya Pesantren dan Panti

Ipda Auzar, personel Ditlantas Polda Riau yang tewas ditabrak terduga pelaku teror di Mapolda Riau.

[divide]

Pekanbaru (Nadariau.com) – Melalui akun Facebook Ustaz Abdul Somad, yang diunggah Rabu malam, ustaz kondang asal Riau ini berbagai sedikit kisah tentang almarhum Ipda Auzar.

Ipda Auzar, personel Ditlantas Polda Riau yang tewas ditabrak terduga pelaku teror di Mapolda Riau, Rabu (16/05/2018) pagi kemarin, ternyata tak asing bagi Ustaz Abdul Somad atau yang akrab disapa UAS.

Dikutif dari laman Facebook-nya, UAS mengaku sudah mengenal Ipda Auzar sejak 2009 silam. Hanya saja, UAS tak tahu jika Ipda Auzar ternyata seorang polisi aktif yang berdinas di Polda Riau.

“Itikaf bersama Dr Musthafa Umar di Masjid An-Nuur Riau tahun 2009. Berkenalan dengan Pak Tri, kemudian Pak Tri membawa saya ke Masjid Nurul Islam. Disanalah pertama kenal dengan Pak Auzar,” UAS berbagi kenangan tentang Ipda Auzar.

Ipda Auzar, tulis UAS, selalu memakai jubah putih, senyumnya lepas, orangnya ramah. “Setelah lama, baru saya tahu bahwa beliau Polisi,” ungkapnya.

Terkait meninggalnya Ipda Auzar, UAS baru tahu setelah seorang polisi mengabarkan kepadanya.

“Pagi ini (Rabu 16 Mei 2018), seorang Polisi memberitahu saya bahwa Pak Auzar sudah meninggal dunia. Semoga Allah membalas segala kebaikannya,” ucap dosen UIN Sultan Syarif Kasim Riau ini.

Sebelumnya diberitakan, Ipda Auzar tewas akibat ditabrak terduga palaku teror di Mapolda Riau, Rabu pagi. Dalam kejadian itu, 4 dari lima terduga pelaku teror ditembak mati karena menyerang petugas.

Sementara seorang lainnya melarikan diri yang kemudian dilaporkan berhasil diringkus petugas.

“Empat orang pelaku terpaksa dilakukan tindakan tegas dengan menembak mati,” kata Kabid Humas Polda Riau AKBP Sunarto saat memberi keterangan pers di Mapolda Riau, Rabu (16/05/2018) siang.

Selain Ipda Auzar, dua personel Polda Riau lainnya yakni Kompol Farid dari Bidkum Polda Riau dan Jon Hendrik mengalami luka usai dibacok dengan samurai oleh terduga pelaku teror sebelum berhasil dilumpuhkan petugas.

Tak hanya polisi, dua jurnalis yang saat itu sedang berada di Mapolda Riau untuk menjalankan tugas jurnalistik, terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena turut ditabrak terduga pelaku teror.

“Dua rekan dari media juga tertabrak yakni dari TV ONE bernama Riyan dan Madi dari MNC,” sebut Sunarto.

Sementara Direktur Lalu Lintas Polda Riau Kombes Pol Rudi Syarifudin mengatakan, bahwa almarhum Ipda Auzar yang wafat pada usia 55 tahun tersebut memulai karir di Lantas Polda Riau sejak dari Bintara, hingga kini menyandang pangkat Ipda.

Selama menjadi anggota Polri, Auzar yang bergelar Haji itu aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial.

Dia diketahui kerap memberikan tausiah hingga disebut sebagai salah satu ustaz yang disegani di internal polisi maupun masyarakat setempat.

“Sebagai atasan almarhum, Kombes Rudi juga menyebut almarhum memiliki sebuah pesantren dan yayasan anak yatim piatu yang mendidik lebih dari 500 anak kurang beruntung,” kata Rudi. (ari)