Kamis, Juli 9, 2026
BerandaHeadlineRumah Hancur, Harta Tak Bersisa, Korban di Bonai Kecewa dengan Klarifikasi Polres...

Rumah Hancur, Harta Tak Bersisa, Korban di Bonai Kecewa dengan Klarifikasi Polres Rohul

Pekanbaru (Nadariau.com) – Hampir dua bulan berlalu sejak rumah milik Hera Yani Sagita di Dusun Satu Jurong, Desa Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, diserang dan dirusak oleh sekelompok warga pada 11 Mei 2026 lalu.

Namun, bagi Hera, waktu belum mampu menghapus luka yang membekas. Kehilangan tempat tinggal, harta benda, hingga rasa aman masih menjadi kenyataan pahit yang harus ia jalani setiap hari.

Kesedihan Hera kembali mencuat setelah menanggapi pernyataan Polres Rokan Hulu (Rohul) yang sebelumnya menyebut api dalam peristiwa tersebut hanya membakar selang bekas dan tumpukan sampah di sekitar lokasi. Menurutnya, kenyataan yang dialami keluarganya jauh berbeda dari yang disampaikan.

Dengan suara bergetar, Hera mengaku hampir seluruh harta benda di dalam rumahnya lenyap. Pakaian seluruh anggota keluarga, termasuk seragam sekolah anak-anak, disebut ikut dibakar. Perabotan rumah rusak, sementara barang-barang berharga lainnya hilang karena diduga dijarah.

Yang paling menyayat hatinya, kata Hera, adalah hilangnya celengan milik anak yatimnya, Tasya binti Marlis. Tabungan yang dikumpulkan sedikit demi sedikit selama tiga tahun itu kini tak lagi diketahui keberadaannya. Bahkan tabung gas di rumahnya juga disebut ikut dibawa dan diduga diperjualbelikan.

“Saya kecewa dengan pernyataan pihak Polres di media beberapa waktu lalu yang mengatakan warga hanya membakar selang dan sampah. Padahal semua harta benda kami di dalam rumah hancur, dijarah, dan dibakar. Tidak ada satu pun yang tersisa,” ujar Hera, Kamis (09/07/2026).

Menurut Hera, peristiwa itu tidak hanya merenggut harta benda, tetapi juga meninggalkan trauma yang mendalam bagi keluarganya. Ia merasa keluarganya menjadi korban dari informasi yang belum tentu benar, tanpa ada upaya memastikan fakta terlebih dahulu.

“Perbuatan mereka sangat kejam. Rumah kami dirusak dan dijarah tanpa mereka menyelidiki terlebih dahulu apakah isu yang mereka dengar itu benar atau tidak,” kata.

Hera juga memperlihatkan rekaman video kondisi rumahnya usai kejadian. Dalam video tersebut tampak bangunan rumah berantakan dengan perabotan yang hancur.

Di halaman rumah terlihat tumpukan barang-barang yang telah rusak dan terbakar, sementara bagian dalam rumah tampak porak-poranda tanpa menyisakan perabot yang utuh.

Menurut Hera, kondisi tersebut berbeda dengan penjelasan yang sebelumnya disampaikan Kasi Humas Polres Rokan Hulu, AKP Yohanes Tindaon, di sejumlah media.

Kini Hera berharap laporannya yang telah disampaikan ke Polda Riau segera diproses. Ia meminta para pelaku yang diduga melakukan pengrusakan dan penjarahan rumahnya diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku agar keluarganya memperoleh keadilan.

Seperti diketahui sebelumnya, aksi warga di Desa Bonai Darussalam sempat viral di media sosial dengan narasi pembakaran rumah yang disebut sebagai milik bandar narkoba.

Namun, Polres Rokan Hulu memberikan klarifikasi bahwa informasi tersebut tidak benar. Polisi menyatakan tidak pernah terjadi pembakaran rumah maupun tindakan anarkis selama kegiatan masyarakat berlangsung.

Kasi Humas Polres Rokan Hulu, AKP Yohanes Tindaon, menjelaskan kegiatan diawali dengan rapat komitmen bersama antara masyarakat, aparat desa, dan unsur kepolisian untuk membahas pemberantasan peredaran narkoba. Setelah rapat, warga bersama aparat desa dan Kapolsek Bonai Darussalam melakukan patroli ke sejumlah lokasi yang dicurigai menjadi tempat transaksi narkoba.

Di lokasi yang didatangi, rumah-rumah disebut dalam keadaan kosong. Polisi mengaku hanya menemukan sejumlah alat yang diduga digunakan untuk mengonsumsi narkoba dan tidak menemukan aktivitas maupun barang bukti yang mengarah pada tindak pidana.

Menurut AKP Yohanes, api yang terlihat dalam video viral berasal dari pembakaran selang bekas dan tumpukan sampah oleh warga, bukan pembakaran rumah.

“Tidak ada aksi anarkis. Pembakaran itu hanya membakar selang dan sampah-sampah oleh warga,” kata AKP Yohanes dikutip dari hariansinggalang.co.id

Polisi menyatakan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tetap berada dalam pengawasan aparat. Kapolsek Bonai Darussalam, Iptu Abdau Wardiyoso, juga mengapresiasi kepedulian masyarakat dalam memerangi peredaran narkoba, namun mengingatkan agar masyarakat tidak mengambil tindakan di luar ketentuan hukum dan menyerahkan proses penegakan hukum kepada aparat yang berwenang.

Di sisi lain, Hera berharap ada perhatian dan keadilan atas apa yang dialaminya. Baginya, kehilangan bukan sekadar bangunan atau barang-barang di dalam rumah, tetapi juga kenangan, rasa aman, dan masa depan anak-anaknya yang ikut terdampak akibat peristiwa tersebut.(sony)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer