Sempena Hari Buruh, Pemda Pelalawan Libatkan Serikat Pekerja Dialog Kebangsaan

Peserta dialog kebangsaan.

[divide]

Pelalawan (Nadariau.com) – Sempena hari buruh, Pemerintah Daerah (Pemda) Pelalawan melibatkan serikat pekerja dan serikat buruh dalam dialog kebangsaan.

Bupati Pelalawan HM Harris diwakili Asisten II Setda Pelalawan Drs H Atmonadi MM memberikan sambutan dan membuka Dialog Kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) tahun 2018, Kamis (26/4/2018) di Gedung Daerah Datuk Laksamana Mangkudiraja Pangkalan Kerinci.

Dialog Kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) Tahun 2018 melibatkan Serikat Pekerja dan Serikat Buruh di kabupaten Pelalawan.

Dengan menghadirkan narasumber Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi Irwan SIk, Drs H Atmonadi MM, Iskandar SH, Firdaus (Apindo) , Asli Sinaga dari Serikat Pekerja/Buruh, Moderator Iskandar SH dari Disnaker Pelalawan.

Kapolres Kaswandi menyampaikan apresiasi kepada Serikat Pekerja dan Serikat Buruh. Serikat Pekerja dan Serikat Buruh telah menjaga situasi kondusif, Kamtibmas, telah membantu kepolisian menjaga kondusifitas daerah.

Serikat Pekerja dan Serikat Buruh di kabupaten sangat luar biasa menjaga situasi Kamtibmas di kabupaten Pelalawan.

“Saya tepat satu tahun menjadi orang Pelalawan bertugas sejak 26 April 2017 lalu,” kata Kaswandi.

Diharapkan Kapolres, momen May Day is a Fun Day karena hari libur nasional. Sebaiknya dilakukan kegiatan-kegiatan sosial yang positif dari Serikat Pekerja dan Serikat Buruh.

“Kami mengharapkan menjaga kamtibmas dan melakukan kegiatan sosial positif dalam rangka memperingati may day,” kata Kapolres.

Dalam kesempatan itu, Disnaker Kabupaten Pelalawan oleh Plt Kadis Naker Pelalawan Drs H Atminadi MM memaparkan Membangun wawasan kebangsaan dalam perspekif Hubungan Industrial.

“May Day untuk kemajuan bangsa, walaupun kita berbeda beda namun tetap dalam bingkai NKRI,” terangnya.

Firdaus mewakili Apindo menyampaikan, Komunikasi kordinasi dan tidak memberatkan Kepada salah satu pihak. Terkait UU No 13 tahun 2013 tentang ketenagakerjaan, dikatakan Firdaus, dalam hubungan industrial Bipartit atau Tripartit terdapat beberapa hak normatif pekerja atau buruh.

Hak normatif pekerja terkait hak Gaji, Tunjangan Keagamaan, Jamsostek BPJS, Cuti, Keselamatan Kesehatan Kerja.

Dalam sesi dialog, berbagai pertanyaan muncul terkait permasalahan BHL dan KHT selama 5 tahun tak ada slip gaji, serta Pepres no 20 tahun 2018 terkait TKA.

Kemudian, Asli Sinaga, mewakili Serikat Pekerja dan Serikat buruh menyampaikan bahwa May Day adalah hari pekerja atau hari buruh. Maka, jadikan Serikat Pekerja dan Serikat Buruh semakin cerdas memberikan pencerahan kepada anggotanya.

Karena, pekerja dan buruh harus tetap memelihara iklim investasi demi kemajuan bangsa. Pekerja atau buruh zaman now harus semakin cerdas. (apon)