Meteran Listrik Diganti, Warga Kecewa Kepada Kepala Desa Ganting Damai

Foto ilustrasi

Kampar (Nadariau.com) – Salah seorang warga Desa Ganting Damai Yanti (35) mengamuk kepada petugas PLN, Rabu (28/2). Warga tersebut keberatan karena petugas PLN mengganti meteran listrik Pascabayar dirumahnya dengan meteran listrik Prabayar

Warga Ganting Damai merasa dirugikan dengan tindakan PLN tersebut, karena menurut warga Ganting Damai meteran listrik prabayar memiliki banyak kelemahan dan tidak sesuai dengan keadaan ekonomi mereka.

“kami tidak setuju dengan penggatian meteran ini, karena keadaan ekonomi sedang turun. Bayangkan saja apabila token habis, maka kami akan kegelapan sampai kami punya uang” ujar Yanti kepada wartawan, Kamis (1/03/2018).

Sebelumnya dalam suatu forum, masyarakat pernah meminta Transformator (Trafo) yang lebih besar. Pada akhirnya PLN mengabulkan permintaan masyarakat tersebut. Setelah Trafo terpasang, ternyata PLN membuat kebijakan ingin menukar semua meteran di wilayah aliran Trafo tersebut menjadi Meteran Prabayar.

“awalnya kami meminta tegangan listrik yang lebih tinggi, karena sebelumnya tegangan listrik di desa kami rendah, sehingga setiap malam lampu di rumah kami hampir redup. Akhirnya pihak PLN mengabulkan permintaan kami. Setelah Trafo dipasang, ternyata ujung-ujungnya mereka ingin menukar meteran kami menjadi meteran prabayar” Tambah Junaidi lagi.

Warga menanyakan tentang penukaran meteran ini kepada petugas PLN yang datang kerumah-rumah, mereka mengatakan bahwa penukaran ini dilaksanakan atas persetujuan kepala desa Ganting Damai. Tentu saja persetujuan kepala desa tersebut tidak sejalan dengan keinginan masyarakat.

“kami sangat menyayangkan dan kecewa atas persetujuan kepala desa” tungkas Yanti kepada wartawan. (ren)