[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Dengarkan Berita”][divide]
Sedangkan toko bangunan ini dalam keadaan tutup dan tidak melayani pembeli pada hari libur Minggu.
Melihat asap makin tebal dan api kian membesar maka warga membantu mencarikan tangga untuk segera menurunkan dua anak dan seorang orang tua yang sakit stroke tersebut.
Baca : Gubernur Riau Bercengkrama dengan Karni Ilyas di Pondok Durian
“Penyelamatan dua orang anak dan seorang pasien stroke dari atas ruko yang sedang bergolak api dan asap tebal ini sangat menegangkan,” kata Santi.
Pada kebakaran ini tidak ada memakan korban jiwa. Namun korban materi dilihat beberapa unit mobil ikut terbakar.
Uniknya, saat kejadian kebakaran itu, pemili toko tetangga tampak marah marah penuh kesal sendiri.
Dari cerita di sana, warga tempatan tidak simpatik dengan peristiwa ini. Sebab Ruko itu sudah pernah terbakar sekitar tiga tahun lalu.
Kemudian pemilik toko juga tidak begitu dekat dengan warga tempatan. Dimana setiap ada permintaan sumbangan tidak mau memberi alias pelit.
“Pemiliknya pelit. Ia tidak mau beradaptasi dengan warga tempatan,” kata salah seorang warga Jon. (ari)


