[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Dengarkan Berita”][divide]
Kelompok kesehatan sebesar 0,28 persen dengan andil sebesar 0,01 persen, dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,13 persen dengan andil sebesar 0,02 persen.
Kelompok pengeluaran pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,06 persen dengan andil sebesar 0,005 persen.
“Terdapat 23 kota di Sumatera yang menghitung Indeks Harga Konsumen dengan tahun dasar 2012 = 100,” ujar Gultom.
Baca :Â Â Komisi II DPRD Rohul Pertanyakan Uang Kunjungan Menara Islamic Center ?
Pada bulan Januari 2018, 21 kota mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Bandar Lampung sebesar 1,42 persen, diikuti oleh Sibolga sebesar 1,28 persen.
Pangkal Pinang sebesar 1,27 persen, serta inflasi terendah terjadi di Kota Tanjung Pinang sebesar 0,18 persen.
Deflasi terjadi di dua kota, dengan deflasi tertinggi di Kota Banda Aceh sebesar 0,33 persen.
Dari 10 ibukota Provinsi di Sumatera, inflasi tertinggi terjadi di Bandar Lampung, Pangkal Pinang, dan Bengkulu.
“Berdasarkan urutan inflasi kota-kota di Sumatera, kota-kota di Provinsi Riau berturut-turut Tembilahan berada pada urutan ke-10, Pekanbaru urutan ke-12, dan Dumai urutan ke-17,” jelas Gultom. (ind)


