Rekanan Keluhkan Lelang Proyek Perbaikan Mesin PKS PTPN V

Pihak PTPN V yang tidak transparan dalam pelaksanaan perbaikan mesin PKS milik PTPN V yang rusak.

Pekanbaru (Nadariau.com) – Rekanan PTPN V Riau, mengeluhkan sikap pihak PTPN V yang tidak transparan dalam pelaksanaan perbaikan mesin PKS milik PTPN V yang rusak.

Seperti tidak transparannya, seperti, dalam pengadaan kegiatan baik soal penanganan spare part boiler terbaik serta berkualitas dan lain-lain. Padahal lelang ini sudah mengemuka dan tak lagi menjadi rahasia publik.

Ada rekanan menjelaskan sudah menjadi kebiasaan  manajemen PTPN V Riau saat menghadapi kerusakan mesin PKS yang ada di 12 kebun tersebar di daerah, melakukan perbaikan masih tertutup.

“Mereka mencari ahli teknik melakukan perbaikan mesin tetapi dugaan itu tak melalui proses tender,” kata rekanan, seperti dikutip dari DetakIndonesia.co.id

Dia menceritakan salah satu contoh yang selalu dialami PKS pada sebuah perusahaan kebun kelapa sawit ,selalu mengalami masalah dengan Boiler yang merupakan alat yang memiliki kemampuan untuk memeroses kelapa sawit dari barang mentah menjadi barang setengah jadi.

Untuk melakukan perawatan benda yang satu ini (Boiler) tidaklah mudah karena bisa disebut barang ini sangatlah sensitif karena bila kita salah melakukan perawatan sedikitpun yang terjadi bukannya manfaat yang didapat, malah kerugian. Jasa servis boiler ini sudah banyak.

“Dengan tingkat kerusakan parah dan memerlukan dana cukup besar melakukan pergantian/perawatan, terhadap barang maupun spare part nya seharusnya tetap melalui proses tender, bukan sebaliknya main penunjukan langsung (PL) ,” jelas rekanan.

Mesin boiler itu sendiri memiliki harga cukup mahal. Sehingga dengan adanya jasa servis tentu sangatlah memudahkan, untuk bisa melakukan kegiatan industri kelapa sawit tanpa harus bolak-balik mengeluarkan biaya membeli boiler baru.

Selain boiler alat proses dari kelapa sawit lainnya seperti screw press berfungsi membuat kelapa sawit yang diolah menghasilkan kualitas terbaik.

Asiong yang punya bengkel alat-alat berat di Palas Pekanbaru disebut-sebut salah satu rekanan, yang mendapatkan rezeki nomplok dan pernah menangani kerusakan mesin dan peralatan PKS milik PTPN 5 ini selalu mengelak dikonfirmasi wartawan.

Dia dituding pernah melakukan kontrak kerjasama dengan PTPN V untuk penanganan mesin PKS PTPN V yang rusak tersebut. Bahkan nilainya cukup mencengangkan fantastis besar hingga mencapai pagu anggaran Rp20 miliar.

“Bahkan disinyalir kegiatan perbaikan mesin PKS milik PTPN5 itu tak ditenderkan. Aparat Tindak Pidana Khusus yang menangani masalah korupsi di Kejaksaan Tinggi Riau diharapkan menyelidiki masalah ini,” ujarnya.

Dirut PTPN V Riau melalui Humasnya Sitorus saat dikonfirmasi, Rabu (18/10/2017) belum memberikan keterangan panjang lebar.

“Nanti saya konfirmasi Pak. Saya masih ikut rapat ya, tks,” jelas Humas PTPN v Riau Sitorus.(nrc)