Bangku Kurang, ujian terpaksa duduk dilantai!

Rohil (Nadariau.com) – Untuk dana pendidikan akhir-akhir ini mulai semakin tak diperhatikan oleh pemerintah. Pendidikan adalah pondasi agar masa depan bangsa dapat berkembang nantinya. Itu terjadi di SMA Negeri 1, Kecamatan Rantau Kopar, Kabupaten Rohil. Pungutan diminta dengan dalih beli bangku. “Kalau tidak bayar, siswa duduk di lantai,” kata Al Bahari (46) salah seorang wali murid, Jumat (9/12).
Bahkan hingga ujian semester pertama, masih ada sebagian pelajar yang duduk di atas lantai. “Terpaksa duduk di lantai saat mengerjakan soal ujian,” terang Bahari.
Menurut Bahari, sebenarnya mereka tidak terlalu keberatan membayar uang untuk bangku tersebut. “Hanya saja, kami merasa heran, sekolah yang sudah negeri bisa pula ada pungutan uang untuk bangku itu,” katanya.
Ia berharap, Pemkab Rohil melalui dinas terkait bisa turun tangan langsung mengatasi persoalan ini. “Kahwatirnya kami pada saat ajaran baru nanti,  dipungut lagi biaya untuk beli bangku,” ujarnya.
Kepala SMA Negeri 1 Abdurahman SPd mengatakan bahwa pungutan bangku itu sudah sesuai dengan kesepakatan hasil rapat beberapa bulan lalu. “Karena bangku kurang dan agar anak didik bisa nyaman belajar, maka kami sepakat bersama orangtua wali murid membeli bangku, dengan biaya Rp80 ribu per murid,” jelasnya.
Diterangkanya, jumlah murid kelas satu sebanyak 82 orang. Terbagi dalam tiga ruang belajar.
“Sebelumnya kami telah meminta kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Rohil untuk meubiler sekolah, namun hingga kini belum terealisasi. Jadi mau tidak mau dengan kesepakatan bersama, kami belilah bangku plastik dengan harga Rp80 ribu itu dan Alhamdulillah pada Jumat (9/12) ini tidak ada yang duduk di lantai lagi. Semuanya sudah di atas bangku,” paparnya.
Ketika ditanya apakah dana BOS tidak bisa digunakan untuk membelikan bangku tersebut? “Belum ada arahan untuk itu,” ujarnya tanpa menjelaskan arahan yang dimaksud.
Namun dia menegaskan, bahwa uang Rp80 ribu untuk bangku sekolah khusus pelajar kelas satu itu memang sudah kesepakatan bersama.

“Jadi, tidak ada masalah lagi mengenai hal itu,” tutupnya (sd)