Kuansing (NadaRiau.com) – Belasan rakit Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) atau illegal mining marak di aliran Sungai Geringging di wilayah Desa Pebaun, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau.
Seperti yang terpantau pada Senin (06/05/2024) siang, terlihat puluhan pekerja serta belasan rakit Dompeng yang berisi peralatan PETI diantaranya mesin dompeng, keong, pipa paralon dan peralatan penunjang lainnya terlihat tengah bebas melakukan penyedotan pasir kerikil bercampur batu yang diyakini mengandung bijian Emas.
Aktifitas penambangan ilegal tersebu membuat kondisi air di aliran sungai yang bermuara langsung ke Bendungan Danau Kebun Nopi tersebut menjadi keruh,karena bercampur lumpur tanah hasil penambangan. Tidak hanya menyebabkan air keruh, penambangan Emas ilegal tersebut juga membuat sungai dan Danau tersebut tercemar akibat penggunaan zat kimia merkuri atau air raksa yang dipergunakan untuk pemisahan bijian emas dari material lainnya.
Salah seorang yang kerap beraktifitas di areal tersebut yang tidak mau disebutkan namanya menjelaskan, semenjak air danau tersebut berubah menjadi keruh, dirinya kerap merasakan gatal gatal di badannya usai melakukan aktifitasnya.
“Dulu airnya jernih, tidak seperti sekarang ini keruh dan bikin gatal gatal di kulit, ” ungkapnya
Saat ditanya penyebab keduanya air danau tersebut mengatakan, dirinya tidak menuduh keruh nya air danau tersebut akubat aktifitas PETI yang ada di bagian hulu sungai geringging tersebut.
“Saya tidak bilang itu disebabkan Dompeng Dompeng yang ada di atas tersebut. Cuman yang saya tau aliran sungai tempat Dompeng itu muaranya di danau ini, “paparnya
Hal yang sama juga di sampaikan salah seorang warga setempat berinisal S. Ia menjelaskan, penyeba tercemar dan keruhnya air di danau tersebut dikarenakan adanya belasan rakit PETI di bagian hulu sungai tersebut. Untuk itu, ia meminta kepada pihak kepolisian untuk segerah menerbitkan aktifitas ilegal tersebut.
” Dulu tidak seperti ini, sekarang aja, semenjak adanya rakit rakit PETI in, bahkan sebelumnya ada yang pakai alat berat juga. Jadi untuk itu saya berharap penegak hukum Polres Kuantan Singingi utuk melakukan penertiban terhapa aktivitas PETI ini, ” Ungkapnya singkat. (DONI)


