Jakarta (Nadariau.com) – Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Riau hadiri pelantikan SF Hariyanto sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Riau (Gubri) oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI M Tito Karnavian.
Hadir dalam pelantikan tersebut, Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau Agung Nugroho dan Hardianto, serta Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Riau Karmila Sari.
Kemudian turut hadir dalam acara ini, Plh Sekretaris DPRD Provinsi Riau Khuzairi beserta jajaran, Pj Walikota Pekanbaru Muflihun, Sekda Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution, serta tamu undangan lainnya.
Pelantikan tersebut ditandai dengan pengucapan sumpah jabatan, yang berlangsung di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, Jakarta, Kamis (29/2/2024).
Acara pelantikan dibuka dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Presiden, Joko Widodo (Jokowi). Lalu dilakukan pembacaan sumpah jabatan oleh Mendagri, Tito Karnavian yang kemudian diikuti oleh SF Hariyanto.
Pelantikan SF Hariyanto sebagai Pj Gubernur Riau tertuang dalam Surat Keputusan Presiden Nomor 36/P/2024 tentang Pengesahan Pemberhentian Gubernur Riau dan Pengangkatan Penjabat Gubernur Riau.
Usai dilakukan pengambilan sumpah jabatan, dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan Pj Gubernur Riau oleh SF Hariyanto dan Mendagri, Tito Karnavian.
Diketahui, SF Hariyanto sebelumnya menjabat di pemerintahan Syamsuar-Edy Nasution sebagai Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau. Penunjukan Ir SF Hariyanto MT sebagai Pj Gubernur Riau pasca masa jabatan Gubernur Riau Edy Natar Nasution berakhir pada 20 Februari 2024 lalu.
Sementara, Wakil Ketua DPRD Riau Agung Nugroho menyambut baik pelantikan SF Hariyanto sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Riau (Gubri). Ia berjanji siap mengawal dan mendukung niat baik dalam membenahi Riau.
“Pj Gubri (SF Hariyanto) itu adalah orang-orang yang paham dengan kondisi Riau. Makanya begitu dilantik langsung go head,” kata Agung.
Tokoh muda yang juga Ketua DPD Partai Demokrat ini yakin, dibawah kepemimpinan SF Hariyanto, dapat mewujudkan apa yang dikeluhkan masyarakat selama ini. Diantaranya masalah infrastruktur.
Tidak hanya di Pekanbaru sebagai ibukota Provinsi Riau, tetapi di kabupaten kota yang juga sedang menghadapi permasalahan yang sama. Baik jalan mau pun jembatan.
“Infrastruktur memang masalah kita bersama. Karena itu kita tunggu gebrakan membangun dan membenahi kondisi Riau,” ungkap Agung. (Galeri)










