Pekanbaru (Nadariau.com) – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau Akmal Abbas, Kamis (21/12/2023) pagi, sekitar pukul 09.00 Wib, menghadiri Rapat Koordinasi Forkopimda Riau terkait perayaan Natal dan Tahun Baru 2024, di Balai Serindit Aula Gubernuran, Jalan Diponegoro, Pekanbaru.
Sejumlah prediksi dari masalah yang mungkin akan terjadi menjelang Nataru dibahas dalam rapat. Seperti adanya peningkatan permintaan kebutuhan pokok masyarakat dan kecenderungan peningkatan harga di setiap Nataru.
Kemudian, potensi kecelakaan dan kemacetan lalu lintas, peningkatan kebutuhan layanan transportasi serta potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat hingga faktor cuaca ekstrim. Serta memastikan ketersediaan stok BBM, LPG, dan listrik.
Dalam sambutannya, Gubernur Riau Brigjen TNI (Purn) H. Edy Afrizal Natar Nasution mengatakan bahwa Komoditi kondisi inflasi pada November 2023 ini yaitu pendidikan 0 persen Perumahan air listrik bahan bakar rumah tangga 0,01 persen, makanan minuman dan tembakau 2,07 persen, kesehatan 0,01 persen. Sedangkan komoditi penahan inflasi pada November 2023 ini yaitu rekreasi olahraga dan budaya minus 0,04 persen dan perlengkapan rumah tangga 0 minus 0,66 persen.
“Sesuatu yang mengkhawatirkan bagi kita di sini yaitu menjelang Natal dan Tahun Baru 2024. Koperasi usaha kecil menengah Provinsi Riau melakukan pemantauan terhadap pergerakan harga dan pasokan pangan untuk mengantisipasi kenaikan harga yang melebihi kondisi normal, Bulog untuk mengetahui stok pangan di tingkat provinsi Riau kemudian juga melakukan operasi pasar di berbagai tempat semua tentu dalam rangka untuk mengantisipasi jangan sampai terjadi timbulnya gejala-gejala yang menyebabkan inflasi terjadi seperti beberapa waktu yang lalu hanya disebabkan masalah Cabe yg inflasi sampai 7 persen,” kata Edi Natar.
Edi Natar menambahkan, untuk megantisipasi gangguan cuaca curah hujan yang tinggi pada akhir tahun ini dapat mengganggu kelancaran arus distribusi barang dan kebutuhan pokok.
“Provinsi Riau akan terus melakukan kerjasama untuk ketersediaan pangan dengan provinsi penghasil pangan yang ada di pulau Jawa karena kita tahu bahwa sebagian besar kita ini sangat tergantung dengan provinsi-provinsi sekitar Riau hal ini dilakukan untuk mengantisipasi jangan sampai nanti terjadi kelangkaan. Monitoring dan pengawasan terhadap distributor barang kebutuhan pokok dan penjualan barang distribusi agar semuanya bisa tepat sasaran,” ungkap Gubernur Riau.
Sementara, Kajati Riau Akmal Abbas mengatakan, ada beberapa hal penting yang dibahas dalam Rapat Koordinasi Forkopimda Provinsi Riau terkait Perayaan Natal dan Tahun Baru 2024 yaitu pentingnya untuk melakukan fungsi pengawasan, terkait dengan pendistribusian BBM, gas dan beras, jangan sampai terjadi kontrol yang kurang, sehingga terjadi gangguan dalam distribusinya.
“Apalagi dalam masa menghadapi kampanye Pileg dan Pilpres, jangan sampai hal ini menjadi salah satu kerawanan di masyarakat dalam hal kamtibmas, ini yang kita antisipasi bersama, maka pengawasannya yang kita jadikan atensi bersama. Dengan adanya berbagai persiapan ini, kita tinggal memperkuat koordinasi dalam pelaksanaannya. Pelaksanaan dilapangan hanya akan berjalan baik manakala komunikasi dan koordinasi kita lakukan dengan baik,” tutup Kajati Riau.(sony)


