Pekanbaru, Nadariau Com – Sebagai upaya untuk menurunkan stunting, Mahasiswa KKN Universitas Riau mengadakan program kerja KKN yaitu penanaman bibit pohon kelor yang diresmikan Kepala Desa HangTuah yang diwakili oleh staff Kantor Desa HangTuah, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.
” Penanaman ini dilatarbelakangi kurangnya informasi dan kesadaran masyarakat terkait manfaat tanaman kelor.” Ujar Dosen pembimbing lapangan (DPL) FK UNRI Ridha Restila, M.KM didampingi ketua pengabdian FK UNRI dr. Suyanto, MPH., Ph.D melalui ketua kelompok KKN FK UNRI M . Alif Dzakwan kepada media ini kamis 03 Agustus 2023.
M. Alif mengaku, banyak masyarakat yang belum mengerti akan manfaat kelor untuk kesehatan terutama untuk mencegah stunting pada balita. Seperti yang telah diketahui, banyak hasil riset menyebutkan bahwa kelor memiliki kandungan gizi yang tinggi dan variatif.
” Kandungan gizi yang terdapat pada kelor antara lain, 82 kalori energi, 6,7 gram protein, 1,7 gram lemak, 1,3 gram karbohidrat, 440 mg kalsium, fosfor, zat besi, dan vitamin A, B, dan C.” Jelasnya.
Adapun nutrisi yang terkandung dalam daun kelor diantaranya adalah vitamin C 7x lebih banyak daripada jeruk, vitamin A 10x lebih banyak dari wortel, kalsium 17x lebih banyak dari susu, dan lain sebagainya.
” Diharapkan dengan adanya penanaman bibit kelor ini, masyarakat dapat mengembangkan potensi tanaman kelor baik sebagai sumber olahan pangan yang kaya nutrisi maupun sebagai salah satu bentuk penghasilan untuk masyarakat di Desa HangTuah,” harap M. Alif Dzakwan.

Alif juga menjelaskan, Pengolahan daun kelor, selain menjadi pudding juga sangat mudah dan sederhana membuat agar-agar atau pudding pada umumnya, hanya saja ditambahkan sari daun kelor dan susu untuk memperlezat rasa.
” Harapannya para ibu mudah untuk membuat makanan tersebut dan anak-anak tertarik untuk mengonsumsinya dibandingkan jika daun kelor hanya diolah sebagai sayur bening seperti yang biasa di masak oleh ibu-ibu di desa Gumukrejo, sehingga dapat meningkatkan gizi anak-anak di desa gumukrejo dan mencegah terjadinya stunting,” imbuhnya.
Diharapkan dengan adanya penanaman bibit pohon kelor ini, masyarakat bisa memanfaatkan dan menanam lebih banyak kelor mengingat banyak sekali zat gizi yang mampu mencegah risiko stunting.
” Selain puding, masyarakat juga bisa mengolah daun kelor menjadi berbagai macam olahan seperti nugget, omlet, cincau, serta sayur. Dengan adanya program penanaman bibit pohon kelor sebagai upaya pencegahan stunting ini diharapkan masyarakat paham mengenai manfaat tanaman kelor untuk memenuhi kebutuhan gizi sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini,” tutupnya.(Said)***


