Rabu, Maret 4, 2026
BerandaHeadlineDinkes Inhil Ungkap Bahaya Anemia Pada Remaja Putri

Dinkes Inhil Ungkap Bahaya Anemia Pada Remaja Putri

INDRAGIRI HILIR NADARIAU.COM- Saat ini lndonesia masih dihadapkan pada masalah gizi salah satunya adalah anemia yang masih menjadi tantangan besar.

Timbulnya masalah gizi pada anak usia di bawah dua tahun erat kaitannya dengan persiapan kesehatan dan gizi seorang perempuan untuk menjadi calon ibu, termasuk remaja putri.

Asupan total zat besi pada anak perempuan usia 10–12 tahun yang menderita anemia hanya sebesar 5,4 mg/hari, lebih rendah daripada kebutuhan perhari sebesar 20 mg/hari sesuai dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2013.

Kendati demikian, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Rahmi Indrasuri, melalui Leni Rosita Koordinator Sub kesehatan dan lingkungan, mengatakan bahaya Anemia patut diketahui.

Anemia pada remaja sangat berdampak buruk terhadap penurunan imunitas, konsentrasi, prestasi belajar, kebugaran remaja dan produktifitas.

“Secara khusus anemia yang dialami remaja putri akan berdampak lebih serius, mengingat mereka adalah para calon ibu yang akan hamil dan melahirkan seorang bayi,” Ujarnya.

Lebih lanjut, Leni menyebutkan jika tidak segera dicegah maka akan menimbulkan resiko yang cukup besar dikemudian hari.

“Salah satu bahayanya adalah besarnya tinggi risiko kematian terhadap ibu melahirkan, bayi lahir prematur dan berat bayi lahir rendah (BBLR),” Ujar Leni Rosita Koordinator Sub kesehatan dan lingkungan, Sabtu (29/4/2023).

Melihat kondisi demikian, maka upaya pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) menjadi penting untuk diberikan untuk remaja putri dalam proses pertumbuhannya.

Selain untuk meminimalisir potensi anemia yang berakibat terhadap kesehatan dan prestasi di sekolah, pemberian tablet tambah darah juga untuk mempersiapkan kesehatan remaja putri pada saat sebelum menjadi seorang ibu. Pemberian TTD pada remaja putri ini untuk mencegah ibu nantinya melahirkan bayi dengan tubuh pendek (stunting) atau berat badan lahir rendah (BBLR).

Dengan minum TTD secara rutin, diharapkan mampu mengurangi potensi anemia dan lahirnya bayi dalam keadaan stunting dari para ibu di Indonesia, sehingga terciptanya generasi muda dan generasi penerus yang sehat serta mampu berdaya saing dapat terbentuk dengan maksimal.

Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk membantu mendeteksi suatu penyakit sejak dini sehingga penyakit tersebut dapat dicegah dan mendapatkan penanganan pengobatan yang tepat sebelum penyakit berkembang. (Adv)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer