Jumat, Maret 13, 2026
BerandaHeadlineStatemen Intsiawati Ayus Tidak Ber-Alasan Terkesan Tendensius Menilai Syamsuar-Edy Natar

Statemen Intsiawati Ayus Tidak Ber-Alasan Terkesan Tendensius Menilai Syamsuar-Edy Natar

Tokoh Agama dan Politik Riau Rasyidi Hamzah

Pekanbaru (Nadariau.com) – Membaca statemen Senator Riau yang dilakukan oleh tokoh penomenal Riau Intsiawati Ayus Tidak Ber-Alasan Terkesan Tendensius Menilai Syamsuar-Eddy Natar di salah satu media online, dimuat Jumat, 14-04-2023 kemarin, kurang tepat dan tidak beralasan.

Sepatutnya selaku tokoh utusan daerah yang sudah tua di DPD yang kini merambah ke calon legislatif sangat tidak bagus. Seharusnya penilaian itu harus dilihat secara menyeluruh tidak setengah – setengah.

Persoalan membangun sebuah daerah yang besar tidak semudah yang dibayangkan. Rasyidi Hamzah selalu tokoh Agama dan Politik membantah apa yang diungkapkan Insiati Ayus.

Gubernur Riau H Syamsuar dan Wakil Gubernur H Edy Natar Nasution, menurut pengamatannya sudah banyak keberhasilan dan berbuat mengantarkan Riau ke Arah keberhasilan,ini dapat kita lihat stabilitas Ekonomi yang baik,dalam situasi pandemi.

Keamanan daerah stabil, Kehidupan beragama kondusip, kabut asap yang tidak terjadi. pembangunan berjalan, yang terpenting kepercayaan nasional dan internasional yang besar terhadap Riau. Preatasi ini menjadi barometer untuk sebuah keberhasilan pemimpin di Riau.

Hal lain saat ini keberhasilan Gubernur adalah, berhasil menanda tangani kerjasama bersama menteri Keuangan Sri Mulyani, tentang Comfact II Melenium Chalengge Corforation (MCC) di Washinton DC Amerika Serikat.

Program ini adalah sebagai wadah bentuk bantuan dan tidak menggunakan dana daerah atau APBD dalam mendapatkan bantuan tersebut. Sementara, tidak semua Propinsi bisa memperoleh dana bantuan melalui MCC tersebut. Tentu menjadi sebuah prestasi dan berinovasi untuk kemajuan Riau.

“Saya pikir salah sekali apa yang di nilai Intsiati Ayus Selaku Senator Riau. Persoalan adanya proyek mangkrat atau terkandala itu biasa dalam suatu pembangunan tentu akan dipertanggungjawabkan oleh kontraktornya. Misalnya kantor Korem 031 Wirabima, itu akibat ulah kontraktor yang tak berhasil menyelesaikannya, padahal dana sudah dikucurkan oleh Pemprov Riau.

Meski demikian, pembangunannya tetap menjadi tanggungjawab gubernur, apalagi wakil Gubernur yang Notabenenya dari Komandan Korem 031 wirabima, tentu beliau berusaha untuk menyelesaikannya.

Tentang proyek payung yang ada di Masjid Agung, hal itu diluar predeksi gubernur, dan kejadian tersebu disebut bencana alam dan/atau ada persoalan konstruksi, tentu yang bertanggung jawab kontraktornya. Namun beliau sudah punya usaha untuk membenahi Masjid Raya Agung Annur yang menjadi icon daerah.

Dan ini menurut saya perlu didukung suatu tujuan mulia. Memang menurut Rasyidi Masjid Raya Agung Annur banyak yang perlu dibenahi.

Seperti kepengurusannya, menurut saya Kepengurusan saat ini harus ditinjau kembali kalau perlu diganti. Misalnya dalam memberi insentif ustadz saja unyuk masjid agung mesti berutang dulu. Padahal uang segitu berapalah, akan tetapi pembayarannya harus melalu rekening setiap ustazd yang ceramah dan belum terbayar sampai kini.

Ini perlu menjadi perhatian juga oleh sekda selaku ketua umum Masjid Raya Annur yang megah ini untuk dibenahi.

Apa yang dinilai oleh ibu Insiati Ayus tak pantas komentar seperti itu. Sebab kalau boleh jujur selama 3 periode duduk sebagai Senator Riau yang duduk di Senayan tak banyak juga ada kontribusi untuk Riau. Gaungnya juga kurang dan sekarang mencoba mengadu Nasib ke salah satu Partai.

Seharusnya beliau memberikan konstribusi untuk Riau, memberi masukan terhadap Gubernur dan Wakil Gubernur untuk kemajuan Riau.

“Bukan memberikan keritikan yang tak mendasar. Sebab jika untuk lebih maju Syamsuar harus kita dukung di periode berikutnya. Baru nampak hasil dengan jelas, seperti yang juga pernah dilakukan Gubernur Rusli Zainal,” jelas Rasyidi. (ras)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer