Pekanbaru (Nadariau.com) – Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Riau angkat bicara terkait keberadaan Joker Poker Pub dan KTV yang sudah meresahkan masyarakat. Untuk itu, PW Muhammadiyah
meminta agar pub tersebut di tutup permanen.
Dr H Abdul Wahid MUs selaku Ketua PW Muhammadiyah Riau mengatakan, keberadaan Joker Poker Pub dan KTV adalah bentuk kemungkaran karenanya keberadaannya harus ditentang dan dienyahkan dari kehidupan masyarakat.
“Saya juga menegaskan bahwa Amar Ma’ruf Nahi Munkar harus ditegakkan sesuai degan tuntutan Al-qur,an dan Hadits Nabi”, kata Wahid, di gedung Dakwah Muhammadiyah Riau jalan KH Ahmad Dahlan, Pekanbaru, Senin (19/12/2022).
Dosen Fakultas Ushuluddin UIN Suska Riau ini juga mengatakan hal ini harus segera diselesaikan, agar tidak semakin membuat polemik di tengah masyarakat, apalagi di Pekanbaru dengan nilai Melayunya.
“Pemerintah yang berwenang harus segera mengambil tindakan tegas, agar tercipta keharmonisan dan ketentraman masyarakat,” terangnya.
Wahid juga menyebutkan banyak efek yang akan terjadi jika Joker Poker PUB dan KTV tetap di buka, maka akan berakibat buruk kepada generasi muda. Oleh sebab itu, PW Muhammadiyah selaku Ormas Islam merasa bertanggung jawab menghentikannya, sesuai dengan Sunnah Rasulullah ketika melihat kemungkaran.
Kemudian Abdul Wahid menghimbau supaya umat Islam agar bersatu merapatkan barisan menyatukan langkah. Satukan kekuatan menghadapi kemungkaran khususnya di Kota Pekanbaru dan Riau pada umumnya dari kemungkaran apapun bentuk dan jenisnya bukan hanya Joker Poker Pub dan KTV saja.
Terkait langkah hukum yang akan diambil oleh manajemen Joker Poker Pub dan KTV jika izin tidak diberikan oleh pemerintah Abdul Wahid mengatakan silakan saja itu dikakukan dengan pemerintah.
“Akan tetapi, sebagai catatan bahwa Joker Poker Pub dan KTV berurusan dengan manusianya dan agama kita yang diinjak-injak. Oleh karena itu keberadaan Joker Poker Pub dan KTV wajib diberantas,” tegas Wahid. (jay)


