Rabu, Maret 11, 2026
BerandaIndeksHukrimRespon Cepat, Kapolres Bengkalis Tinjau Bencana Tanah Bergerak di Desa Simpang Ayam

Respon Cepat, Kapolres Bengkalis Tinjau Bencana Tanah Bergerak di Desa Simpang Ayam

Bengkalis (Nadariau.com) – Didampingi Kabag Ops, Kompol Oka M Syahrial, Danramil, Kapolsek Bengkalis dan Kepala Desa Simpang Ayam, Kapolres Bengkalis, AKBP Indra Wijatmiko meninjau langsung dampak tanah bergerak (abrasi) di Desa Simpang Ayam, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Riau, Selasa (13/12/2022).

Penyebab abrasinya tanah tersebut karena adanya pergeseran tanah yang diakibatkan tingginya curah hujan beberapa waktu terakhir ini. Pergeseran tanah yang menyebabkan longsor ini pernah terjadi sebelumnya pada Desember tahun 2021 silam.

Saat Kapolres Bengkalis mengunjungi lokasi tersebut, terlihat terjadi kerusakan pada struktur tanah di perkebunan masyarakat dan wilayah perkebunan PT. Meskom Agro Sarimas (MAS) lebih kurang 25 hektare secara keseluruhan.

Kapolres Bengkalis, AKBP Indra Wijatmiko mengatakan, bahwa kejadian tanah longsor ini tidak ada menimbulkan korban jiwa atau kerusakan pada rumah warga di sekitar lokasi kejadian.

“Kondisi yang terjadi di sini sudah langsung saya saksikan, dan ini harus segera kita tindak lanjuti dan kami juga sudah berkordinasi dengan pemerintah daerah, serta Bupati Bengkalis dalam penanggulangan bencana ini, dan kami sudah membuat posko darurat untuk berjaga-jaga,” kata Kapolres Bengkalis

Sebagai tindakan awal AKBP Indra Wijatmiko langsung berkoordinasi dengan pemerintah deerah, serta Bupati Bengkalis dalam penanggulangan bencana agar permasalahan ini dapat segera diatasi.

“Untuk langkah antisipasi awal kita akan menderikan posko darurat, dimana posko ini disediakan bekerjasama dengan pemerintah daerah dan TNI serta mengimbau masyarakat setempat untuk tidak dekat dekat dulu ke lokasi ambrasi,” kata Indra.

Selain itu, tambah Kapolres, pihaknya juga akan berkordinasi dengan Kepala Desa dan Kapolsek serta Danramil setempat untuk melakukan normalisasi kanal disekitaran terjadinya pegeseran tanah.

Terjadinya tanah longsor ini mengakibatkan 1 hektare kebun karet dan 2 hektare kebun pertanian masyarakat serta 20 hektare kebun sawit yang dikelalola PT Meskom, amblas.(rls/sony)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer