Sabtu, Maret 7, 2026
BerandaIndeksHukrimDir Reskrimum Polda Riau Beri Bantuan Ke Anak Difabel Korban Penganiayaan Ayah...

Dir Reskrimum Polda Riau Beri Bantuan Ke Anak Difabel Korban Penganiayaan Ayah Tiri

Pekanbaru (Nadariau.com) – Malangnya nasib anak penyandang difabel berinisial MR (10) menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh ayah tirinya berinisial ZK, hal ini membuat aparat kepolisian dari Ditreskrimum Polda Riau tak kuasa menahan belas kasihan, dan tergerak memberikan bantuan. Bantuan yang diberikan berupa baju sekolah hingga kursi roda kepada bocah malang yang sudah mengalami kelumpuhan sejak usia enam tahun.

Meski kondisinya tidak berdaya, ayah tirinya tega menganiaya korban lantaran hanya karena meminta jajan kepadanya.

Setelah mendapat laporan bahwa ada anak-anak yang diperlakukan dengan tidak layak oleh ayah tirinya sendiri, kepolisian dari Ditreskrimum Polda Riau langsung bergerak melakukan penyelidikan.

Ditengah upaya gerak cepat menangkap pelaku, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Riau, Kombes Pol Asep Darmawan bersama tim langsung mendatangi korban MR di rumah kerabatnya yang berada di Pekanbaru pada Rabu (26/10/2022) sore kemaren.

Begitu tiba dan melihat kondisi MR, tim yang datang langsung berbincang dengan keluarga MR.

Sungguh mengharukan, meskipun berkekurangan secara fisik dan diperlakukan dengan tidak baik, kepada Direktur Kriminal Umum Kombes Asep, dirinya mengaku ingin sekolah.

Hal itu membuat hati para polisi yang datang langsung merogoh isi dompet bergerak untuk membeli peralatan sekolah, baju, obat-obatan, makanan ringan, vitamin, buah-buahan, hingga kursi roda agar dapat digunakan oleh MR saat berkegiatan sehari-hari.

“Laporannya langsung kami tindaklanjuti. Hari ini kami datang kesini (rumah MR) karena rasa kemanusiaan kami sisihkan sedikit rezeki kami untuk memberi bantuan kepada korban,” kata Kombes Pol Asep Darmawan.

Asep melihat kondisi MR yang memiliki cacat fisik namun memiliki minat yang kuat ingin sekolah. Pihaknya berniat akan membantu MR agar bisa bersekolah seperti anak-anak pada umumnya.

“Korban akan diarahkan untuk sekolah. Kami berikan tas dan buku untuk sekolah. Kami akan usahakan agar korban bisa sekolah di SLB,” tuturnya.

Melihat perbuatan para polisi itu sepupu MR yang bernama Alex Candra merasa sangat senang, dan kehadiran kepolisian sangat membantu.

“Saya terharu dengan apa yang dilakukan bapak ibu kepolisian. Mereka tidak hanya membantu MR mendapatkan keadilan. Tetapi juga datang langsung ke rumah, juga sangat memperhatikan MR,” ungkap Alex.(rls/sony)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer