Sabtu, Maret 7, 2026
BerandaIndeksEkonomiRatusan Kerbau Di Kampar Mati Mendadak Akibat Penyakit Sapi Ngorok

Ratusan Kerbau Di Kampar Mati Mendadak Akibat Penyakit Sapi Ngorok

Pekanbaru (Nadariau.com) – Ratusan kerbau milik warga Desa Gunung Bungsu, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau, mati mendadak akibat terpapar Septicaemia Epizootica (SE) atau biasa disebut penyakit Sapi Ngorok sejak 16 Agustus 2022 lalu.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau, Faralinda Sari, saat dikonfirmasi wartawan membenarkan prihal tersebut.

“Iya benar, kita sudah mendapat laporan dari Dinas Peternakan Kampar ada ratusan kerbau mati akibat SE atau bahasa kita disebut penyakit sapi ngorok,” kata Faralinda Sari, Jumat (02/09/2022).

Faralinda menyebutkan, kerbau tersebut mati karena terinfeksi bakteri Pasteurella Multocida Serotype.

“Sebenarnya penyakit ini sudah lama, hanya saja kalau musim hujan panas timbul. Terutama hewan ternak yang stres, dan penyakit ini menular sesama hewan ternak,” katanya.

Faralinda menjelaskan, saat ini pihak Dinas Perternakan Kampar sudah turun ke lokasi kerbau mati terpapar SE tersebut. Di mana kerbau yang belum terpapar di wilayah penyebaran sudah ditangani.

“Jadi kendalanya itu kerbau peternak yang mati mendapat vaksin. Karena peternak di sana tidak mau sapinya divaksin. Makanya sekarang petugas kesehatan hewan Kampar saat ini tengah melakukan sosialisasi kepada peternak agar kerbaunya mau divaksin,” terangnya.

Ditanya total kerbau yang mati akibat SE, Juru Bicara Satgas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Provinsi Riau ini tidak ingat angka pastinya.

“Yang jelas sudah ratusan yang mati. Dan penemuan kasus ini sudah kita sampaikan ke Kementerian Pertanian (Kementan) RI,” katanya.(sony)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer